Satu Rumah dan Pemiliknya Terbakar di Solok

oleh -712 views
Musibah kebakaran yang menimpa mak Ayun yang ikut menjadi korban karena tidak terselamatkan, Minggu (9/12). (Ist)


AROSUKA
 – Sebuah rumah kayu bersama pemiliknya Mak Ayun (90) warga Dusun Tabek Dangka, Jorong Koto Gadang Guguek, Nagari Talang Kabupaten Solok hangus di lalap api, Minggu (9/12).

Musibah kebakaran yang menelan korban jiwa ini terjadi pukul 03.30 Wib menjelang subuh dan mengagetkan warga setempat.

Informasi yang dihimpun Singgalang menyebutkan, rumah kayu berukuran sekitar 4X4 Meter yang dihuni oleh Mak Ayun (90) musnah menjadi abu. Sementara penghuninya ikut terjebak kobaran api hingga tewas terpanggang bersama pondoknya.

Perempuan tua yang diketahui hanya tinggal sendirian di pondok itu tidak bisa menyelamatkan diri ketika api menjilat bangunan kayu yang dijadikan pondok oleh korban. Peristiwa kebakaran  diketahui warga ketika api sudah membesar dan melahap bangunan pondok. Masyarakat yang berbondong bondong menuju lokasi kebakaran  seraya berteriak minta tolong.

Salah warga setempat, Esi (35), menuturkan, dirinya mendengar teriakan minta tolong di pagi buta sekitar Pukul 03.30 Wib. Antara sadar dan tidak, ia langsung keluar rumah. Begitu diluar, matanya langsung tertuju ke lokasi kobaran api yang nampak membara dari sebuah pondok yang agak jauh dari rumahnya.

Melihat adanya kebakaran, Esi bersama warga lain langsung mendatangi lokasi dan berusaha memadamkan api. Namun malang tak bisa ditolak, Mak Ayun, penghuni pondok ditemukan meninggal dalam keadaan ikut terbakar bersama pondoknya.

Warga langsung melaporkan kejadian itu pada petugas mapolsek Gunung Talang, yang tak berapa lama langsung tiba di lokasi dan mengevakuasi korban dari puing sisa kebakaran.

Menurut Kapolres Arosuka AKBP, Ferry Irawan melalui Kapolsek Gunung Talang  Iptu Yasril, kebakaran diduga kuat akibat lampu minyak tanah atau sejenisnya yang jatuh dan memakan kayu pondok. “Diduga kuat akibat ada sejenis lampu dari minyak yang terjatuh dan memicu terbakarnya rumah,” sebut Iptu Yasril.

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum di rumah sakit dan memutuskan  diselenggarakan seperti layaknya orang meninggal hingga  dimakamkan di pandam pekuburan keluarga.

Seorang warga lainnya mengaku,  Mak Ayun memang sudah lama tinggal disana. Korban tidak mau tinggal bersama keluarganya dan memilih menghuni pondok berukuran kecil tersebut. “Tapi kalau makan dan kebutuhan lainnya tetap di rumah keluarga, hanya tidur saja yang disana,” ungkap pria yang enggan disebutkan namanya itu.(216)

Loading...