Satpol PP Payakumbuh Gencar Lakukan Razia Siswa Jam Sekolah

Payakumbuh – Kenakalan remaja dan tawuran pelajar sangat marak belakangan ini di Sumatera Barat. Berita terkait tawuran yang melibatkan banyak pelajar di jam sekolah itu, menjadi perhatian masyarakat. Meski belum terjadi di Kota Payakumbuh, namun hal itu perlu diantisipasi sejak dini.

Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi terjadinya tawuran itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Payakumbuh gencar melakukan razia kepada siswa sekolah, yang berada di luar sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Bahkan hampir tiap hari Satpol PP turun ke tempat-tempat yang dicurigai menjadi tempat nongkrong pelajar yang bolos itu.

Kasatpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh Dony Prayuda, kepada wartawan, Selasa (1/11), mengatakan, sebagai salah satu bentuk penegakan disiplin kepada masyarakat usia sekolah itu, pihaknya rutin melakukan razia. Karena sebelumnya, petugas kerap mendapat laporan dari masyarakat dan pihak sekolah kalau ada siswa yang seharusnya berada di sekolah, malah bermain-main dan nongkrong di tempat umum, di luar lingkungan sekolah.

Baca Juga  Angin Kencang Melanda Kota Payakumbuh

“Pada hari Senin kemarin, kita menemukan ada sekitar belasan siswa. Mulai dari dari SMA, SMK dan SLTP, apalagi sekolah yang kawasannya cukup berjarak dari pusat kota. Seluruh siswa yang diamankan itu, kita bawa ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan,” ujarnya.

Dony menjelaskan, pada jam belajar sekolah, siswa diperbolehkan keluar dari area sekolah apabila mereka ada keperluan dan wajib membawa surat izin dari guru. Di samping itu, Dony juga mengajak masyarakat untuk ikut mengingatkan anak-anak sekolah, kalau ada yang ke luar dari lingkungan sekolahnya pada jam pelajaran.

Baca Juga  Pj. Walikota Payakumbuh Tinjau Pelayanan di RSUD Adnaan WD

“Kita berharap ini jadi perhatian kita semua. Kami tentu akan meningkatkan frekuensi razia apabila hal serupa masih banyak terjadi di lapangan. Hal ini kita lakukan sebagai bentuk kepedulian kita kepada para pelajar itu. Selain itu, juga sebagai antisipasi jangan terjadinya tawuran antar sekolah. Karena biasanya pemicu tawuran itu adalah nongkrong-nongkrong pada jam sekolah ini,” pungkasnya. 207