PKKMB UPN Bukittinggi Dibuka, Sekda Rismal Hadi Ajak Mahasiswa Warisi Semangat Perjuangan Kota

BUKITTINGGI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, secara resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Prima Nusantara (UPN) Bukittinggi pada hari Rabu, 24 September 2025, di Aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta.

PKKMB tahun ini mengusung tema “Bersama Matara Muda Merajut Budaya, Mengukir Inovasi dan Berdampak untuk Generasi Emas yang Mendunia.”

Dalam sambutannya, Sekda Rismal Hadi menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana dan jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPN Bukittinggi atas persiapan PKKMB yang dinilainya matang dan berkualitas.

Bukittinggi: Kota Perjuangan dan Pusat Pendidikan
Rismal Hadi menekankan bahwa Bukittinggi memiliki sejarah panjang sebagai kota perjuangan dan pusat pendidikan, sebuah peran yang wajib diwariskan kepada generasi muda. Ia turut menyinggung perjuangan kota untuk mendapatkan status Daerah Istimewa berdasarkan latar belakang sejarahnya, termasuk pernah menjadi ibu kota negara pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Baca Juga  Dalam Rancangan KUA PPAS Perubahan Pendapatan Bukittinggi Ditaksir 706 Miliar Lebih

“Semangat perjuangan ini bukan hanya milik pemerintah daerah tetapi milik seluruh masyarakat,” tegas Rismal Hadi. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan selalu mendukung pengembangan pendidikan di Bukittinggi karena terkait erat dengan aspek perekonomian kota.

Rektor UPN Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

Sementara itu, Rektor UPN Bukittinggi, Evi Susanti, menyambut kehadiran Sekda sebagai bentuk dukungan. Evi Susanti menyampaikan bahwa PKKMB adalah momen krusial bagi 433 mahasiswa baru untuk mulai membentuk pendidikan karakter sejak awal masa perkuliahan.

Baca Juga  Rektor UIN Bukittinggi: Keterbukaan Informasi Kemenag Cerminkan Akuntabilitas Publik yang Kuat

“PKKMB ini menjadi momen penting karena merupakan pengenalan mahasiswa baru yang akan menempuh pendidikan 4–5 tahun ke depan,” ujar Evi Susanti. Ia berpesan agar mahasiswa baru tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga hebat dalam nonakademik, serta terus mengembangkan potensi diri agar “bisa go internasional. (gd)