Pemprov Sumbar Dorong Usaha Kecil Menengah Sumbar Terus Tumbuh

Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. (*)

Dengan adanya usaha tersebut penghasilan pengrajin di Balai Panjang juga meningkat. Jika sebelumnya pengrajin hanya berpenghasilan Rp15 ribu sampai Rp25 ribu, kini rata-rata sudah mendapat Rp100 ribu perhari.

Untuk pembuatan tenun ini, pengusaha menggunakan sistem upah. Masing-masing pengrajin akan dibayar dari Rp100 ribu sampai Rp300 ribu per potong tergantung dengan rumitnya motif yang dikerjakan. Satu potong juga selesai dikerjakan antara satu hari sampai 3 hari. Kain itu dijual dengan Rp350 ribu sampai Rp1,5 juta perpotongnya.

“Kami tetap membutuhkan dukungan promosi dari pemerintah, karena tanpa pasar kita tidak akan bisa produksi,”sebut Efendi.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Faisal mengatakan, pihak selama ini sangat terbantu dengan pembinaan yang dilakukam Pemprov Sumbar. Dengan kewenangan pengawasan, Pemko Payakumbuh selalu mendapatkan perhatian dalam pengembangan koperasi dan UKM.

“Selama ini kita selalu didukung penuh oleh Pemprov Sumbar, bahkan kita baru saja mendapatkan bantuan untuk UKM kita melalui dana hibah melalui Pemprov Sumbar,”sebutnya.

Diungkapkannya, koperasi di Kota Payakumbuh makin hari makin berkurang. Yang aktif hanya sekitar 80 unit, ada 65 unit koperasi yang sedang proses pembubaran.

Dikatakannya, angka UKM justeru cukup lebih mengembirakan dengan angka 1.732 unit usaha. Jumlah itu terdiri dari UKM bergerak dibidang kuliner randang, budidaya jamur, tenun songket dan sejumlah UKM lainnya. (yose)