Oleh Vanessa Desla, Muhammat Jefri, Rhaisya Sanitia, Anggun Febri Iska, Aishara Puty Fathiya
Mahasiswa Unand
Fenomena ujaran kebencian semakin marak selama pemilihan presiden 2024. Sebagai mahasiswa generasi muda, pandangan mereka terhadap isu ini menjadi penting, mengingat mereka adalah generasi muda yang berperan dalam menjaga etika demokrasi. Penelitian ini nmengungkapkan bahwa mayoritas mahasiwa menganggap ujaran kebencian merusak prinsip demokrasi dan kerukunan sosial, meskipun beberapa masih memandang sebagai bagian dari kebebasan berekspresi.
Pemilihan presiden 2024 menjadi momen krusial dalam demokrasi indonesia. Di era digital seperti sekarang ini, diskusi tentang calon presiden tidak hanya di ruang fisik, tetapi juga di media sosial. Namun, alih-alih menjadi ajang diskusi sehat,platform sosial sering disalahgunakan untuk menyebarkan ujaran kebecian. Fenomena inilah yang memicu hoaks dan fitnah. Fenomena ini semakin marak selama Pilpres, seringkali digunakan untuk menjatuhkan lawan politik atau memengaruhi opini publik.
Apa itu ujaran kebencian?
Ujaran kebencian adalah tindakan yang bertujuan untuk merusak nilai atau menghina seseorang atau kelompok tertentu berdasarkan faktor tertentu seperti agama, ras, orientasi seksual, atau pandangan politik. Selama pemilihan presiden, ujaran kebencian kerap digunakan untuk menjatuhkan lawan politik dan memengaruhi opini publik.
Bagaimana Pandangan Generasi Muda terhadap Ujaran Kebencian?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa generasi muda memandang ujaran kebencian sebagai prelanggaram serius. Berikut beberapa padangan mereka:
Dampak Negatif Ujaran Kebencian
Mahasiswa sepakat bahwa ujaran kebencian dapat memicu konflik sosial, merusak kerukunan antar lingkungan sosial, dan menurunkan kualitas demokrasi.
Kebebasan bereskpresi yang bertanggung jawab
Sebagian kecil mahasiswa percaya bahwa ujaran kebencian adalah bagian dari kebebasan berekspresi, namun mereka tetap menekankan bahwa perlu regulasi untuk mencegah penyalahgunaan.
Peran Pemerintah dan Masyarakat
Mahasiwa mendukung langkah tegas dari pemerintah, termasuk penegakkan hukum yang adil terhadap pelaku ujaran kebencian. Selain itu, mahasiwa bahwa langkah preventif seperti edukasi masyarakat tentang dampak buruk ujaran kebencian harus menjadi prioritas. Mereka juga cenderung lebih mendukung pendekatan hukum yang tegas dibandingkan pembatasan akses media sosial.
Secara keseluruh, mahasiswa generasi muda menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab yang besar terhadap isu kebencial sosia. Mereka memahami pentingnya menjaga etika berkomunikasi dan membangun diskusi publik yang sehat untuk mendukung demokrasi yang lebih baik dan beradab untuk kedepannya.
Apa solusi untuk mengatasi ujaran kebencian?
Mahasiswa generasi muda memiliki beberapa langkah untuk meminimalkan dampak negatif ujaran kebencian yaitu:
Penegakkan hukum yang tegas
Pemerintah harus memperkuat pengawasan dan memberikan sanksi kepada pelaku ujaran kebencian sesuai undang-undang yang berlaku.
Edukasi Publik
Masyarakat perlu diberikan pemahaman tentang bahaya ujaran kebencian dan pentingnya berkomunikasi secara etis.
Apa peran mahasiswa sebagai agen perubahan?
Sebagai generasi muda terdidik, kita harus menyadari pentingnya tanggung jawab dalam menjaga etika demokrasi. Kita perlu membangun budaya diskusi yang sehat, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Pilpres 2024 menjadi ujian besar bagi demokrasi Indonesia. Dengan langkah-langkah yang tepat, mahasiwa percaya bahwa ujaran kebencian dapat diminimalkan dengan sebaik mungkin sehingga masyarakat mampu fokus diskusi untuk menentukan pemimpin terbaik untuk Indonesia.
Kesimpulan
Fenomena ujaran kebencian yang marak selama pemilihan presiden 2024 telah memberikan dampak negatif terhadap demokrasi dan kerukunan sosial. Mayoritas mahasiwa menganggap ujaran kebencian sebagai pelanggaran serius merusak demokrasi. Meskipun beberapa melihatnya sebagai bagian dari kebebasan berekspresi, mereka tetap mendukung regulasi yang jelas. Mahasiswa juga mendukung penegakkan hukum yang tegas dan edukasi publik mengenai dampak buruk ujaran kebencian. Dengan langkah yang baik dan benar, ujaran kebencian dapat diminimalkan sebaik mungkin.












