Padang  

Menjadikan Masjid Raya Sumbar, Ikon Wajib Kunjung Wisatawan Dunia

Bangunan utama Masjid Raya Sumatera Barat memiliki denah dasar seluas 4.430 meter persegi. Konstruksi bangunan dirancang menyikapi kondisi geografis Sumatera Barat yang beberapa kali diguncang gempa berkekuatan besar.

Masjid ini ditopang oleh 631 tiang pancang dengan fondasi poer berdiameter 1,7 meter pada kedalaman 7,7 meter. Dengan kondisi topografi yang masih dalam keadaan rawa, kedalaman setiap fondasi tidak dipatok karena menyesuaikan titik jenuh tanah tanah.

Ruang utama yang dipergunakan sebagai tempat salat terletak di lantai atas berupa ruang lepas. Lantai atas dengan elevasi tujuh meter terhubung ke permukaan jalan melalui ramp, teras terbuka yang melandai ke jalan. Dengan luas 4.430 meter persegi, lantai atas diperkirakan dapat menampung 5.000–6.000 jemaah. Adapun lantai dua berupa mezanin berbentuk leter U memiliki luas 1.832 meter persegi.

Konstruksi rangka atap menggunakan pipa baja. Gaya vertikal beban atap didistribusikan oleh empat kolom beton miring setinggi 47 meter dan dua balok beton lengkung yang mempertemukan kolom beton miring secara diagonal.

Setiap kolom miring ditancapkan ke dalam tanah dengan kedalaman 21 meter, memiliki fondasi tiang bor sebanyak 24 titik dengan diameter 80 centimeter. Pekerjaan kolom miring melewati 13 tahap pengecoran selama 108 hari dengan memperhatikan titik koordinat yang tepat.

Masjid Raya Sumatera Barat membutuhkan biaya yang besar untuk perawatan dan operasional, meliputi mekanikal, perawatan kontruksi, dan petugas, dengan total kebutuhan dana Rp4,2 miliar per tahun.

Ikon Masa Depan Sumbar dan Indonesia

Di masa depan, pamor Masjid Raya Sumatera Barat diprediksi bisa mengalahkan Jam Gadang di Bukittingi bahkan ikon wisata lainnya di Indonesia. Sebabnya tidak lain karena Masjid Raya Sumatera Barat disebut sebagai satu dari tujuh masjid unik yang ada di dunia.

Enam masjid lainnya adanya di luar Indonesia, yakni Masjid Agung Djenn, Afrika Barat, Masjid Agung dari Xian, Cina, Mesjid Agung Samarra, Irak, Masjid Jami-Ul-Alfar, Kolombo, Sri Lanka, Masjid Dublin, Irlandia, dan Masjid Assyafaah Singapore.

Siapa yang tidak bangga bisa mengoleksi foto pada salah satu masjid yang unik di dunia. Apalagi di setiap sudut Masjid Raya Sumatera Barat bisa menjadi objek yang indah.

Pengunjung juga akan dapat didikan akan budaya dan rumah adat Minangkabau dan apa bedanya dengan Masjid Raya Sumatera Barat. Di arah Barat Masjid Raya Sumatera Barat ada dua bangunan rumah adat yang di sebelah kanan di isi oleh Kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), dan di sebelah kiri ada rumah adat untuk Bundo Kanduang.