Opini  

Mengamalkan Nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan melalui Pendekatan Multidimensional dalam Menangani Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba

Oleh: Fathiya Rihadatul Aisy (2411213033), Nadhira Fazlilatun Nisa (2411212005), Nayla Azzahra Felia (2411212042), Salsabila Ferdinal (2400522034), Zaky Arif Sulthani (2411211010) – (Mahasiswa Universitas Andalas)

Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin maju ini, remaja dapat dengan mudah terbawa pengaruh negatif yang memicu perilaku menyimpang, seperti kekerasan, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan zat adiktif.

Hal ini menjadi masalah serius yang dapat mengancam dan merusak masa depan generasi muda serta dapat merusak tatanan moral dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia menawarkan nilai-nilai yang relavan untuk menghadapi permasalahan ini, khususnya sila pertama (Ketuhanan yang Maha Esa) dan sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab), dapat dijadikan sebagai landasan yang kuat dalam membentuk karakter remaja yang berakhlak secara moral dan sosial.

Faktor-Faktor Penyebab Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba

1. Faktor Internal

a. Masalah Aspek Diri
Masa remaja merupakan salah satu waktu yang tepat untuk mencari jati diri bagi setiap individu. Namun, banyak dari remaja tersebut tidak berhasil dalam mengembangkan identitas pribadi yang kokoh dan stabil sehingga mendorong mereka melakukan perilaku yang menyimpang.

b. Lemahnya Kontrol Diri
Remaja yang tidak dapat memahami dan membedakan antara perilaku positif dan perilaku negatif akan terjebak dalam aksi “buruk/nakal”. Demikian pula bagi orang-orang yang mengetahui perbedaan antara kedua perilaku tersebut, tetapi tidak dapat mengasah pengendalian diri untuk bertindak sesuai dengan apa yang mereka ketahui.

c. Peran Keluarga
Keluarga yang disfungsional, seperti kurangnya kasih sayang dan sering terjadinya perselisihan dapat menyebabkan para anak atau remaja mencari perhatian lebih di lingkungan luar rumah. Selain itu, para anak atau remaja akan lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan yang buruk jika kurang terjalinnya komunikasi dan dukungan psikologis dari orang tua.

d. Kondisi Ekonomi
Kondisi perekonomian keluarga dinilai berpengaruh pada kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. Remaja dari golongan keluarga yang berpendapatan rendah cenderung melakukan hal yang menyimpang untuk mengatasi tekanan hidup. Sedangkan remaja yang terlahir dari keluarga kaya seringkali berperilaku antisosial karena kemewahan.

Baca Juga  Galanggang Arang Jadi Sarana Pengingat WTBOS, Warisan Dunia yang Tak Boleh Hilang

2. Faktor Eksternal

a. Pergaulan
Interaksi yang tidak terkendali dengan teman dan penyimpangan yang berhubungan dengan norma sosial menstimulasi remaja terjerumus dalam penggunaan narkoba.

b. Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat yang positif dan teratur dapat menghindari kenakalan remaja dan penggunaan narkoba. Sebaliknya, jika masyarakat setempat tidak memiliki kesadaran sosial yang baik, maka generasi muda akan leluasa melakukan perilaku buruk, termasuk penggunaan narkoba.

c. Budaya Barat
Budaya kerap mengedepankan perilaku hedonistik melalui media seperti musik dan film, menyebabkan generasi muda mengimitasi pola tingkah laku yang tidak sehat.

d. Kurangnya Kualitas Pendidikan
Tanpa pendidikan moral, para remaja tidak akan bisa memahami dan meninjau akibat dari perbuatan yang telah dilakukannya. Lingkungan belajar yang tidak mendukung, serta minimnya program pencegahan narkoba dapat memperburuk situasi sehingga generasi muda akan lebih rentan terhadap perilaku menyimpang.

Dampak Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba

1. Dampak pada Individu
– Gangguan kesehatan fisik dan mental
– Penurunan prestasi akademik
– Masalah hukum dan kriminalitas
– Ketergantungan narkoba
– Risiko overdosis dan kematian

2. Dampak pada Keluarga
– Konflik dan ketegangan dalam keluarga
– Beban ekonomi untuk pengobatan
– Rasa malu dan stigma sosial

3. Dampak pada Masyarakat
– Peningkatan angka kriminalitas
– Beban pada sistem kesehatan dan hukum
– Penurunan produktivitas generasi muda
– Masalah keamanan dan ketertiban umum

4. Dampak Jangka Panjang
– Kesulitan mendapatkan pekerjaan
– Masalah dalam hubungan sosial
– Risiko penyakit menular seperti HIV/AIDS

Pendekatan Multidimensional untuk Menangani Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba
Pendekatan multidimensional yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba yang berkaitan dengan sila ke-1 (Ketuhanan yang Maha Esa) dan sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) adalah sebagai berikut :

1. Pendidikan Karakter Berbasis Agama dan Pancasila

Pendidikan agama yang dipelajari diharapkan mampu menanamkan nilai nilai moral, spiritual, dan juga etika yang baik. Salah satu contoh kegiatan yang bisa dilakukan yaitu membuat acara pengajian agar para remaja bisa mengamalkan nilai nilai yang ada dengan baik.

Baca Juga  Transformasi Media Massa: Perkembangan Berpikir Kapitalis dan Pengaruh Gerakan Post-Modernisme

Selain itu, memasukkan nilai-nilai sila ke-1 dan ke-2 dalam kurikulum Pendidikan juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran spiritual dan rasa kemanusiaan antar sesama dalam diri remaja

2. Kolaborasi Antar Lembaga

Lembaga-lembaga seperti lembaga sekolah, agama, dan lembaga sosial dapat berkolaborasi dalam membentuk moral dan spiritual para remaja agar mereka dapat menghindari kenakalan dan penyalahgunaan narkoba dengan cara menanamkan kepercayaan agama yang kuat dan melakukan kegiatan penyuluhan tentang bahaya narkoba.

Selain itu, semua lembaga yang terlibat perlu melakukan pendekatan yang manusiawi dan juga penuh empati untuk menangani permasalahan ini dengan cara memperlakukan para remaja dengan adil dan memberikan mereka kesempatan untuk pulih dan berkembang.

3. Pembinaan Keluarga dan Komunitas
Kenakalan remaja dapat disebabkan oleh pengaruh lingkungan sekitar mereka. Orang tua memiliki peranan penting untuk mengawasi dan membina anak-anaknya, serta memberikan contoh yang baik untuk anaknya agar tidak terjerumus ke pergaulan yang salah. Komunitas/perkumpulan yang positif juga berpengaruh bagi remaja agar terhindar dari pergaulan yang negatif, seperti kenakalan dan penyalahgunaan narkoba.

4. Pendekatan melalui layanan Kesehatan
Sekolah dan pemerintah diharapkan bisa menyediakan layanan kesehatan yang berkaitan dengan mental anak/remaja, seperti layanan konseling untuk menangani masalah psikologis dan emosional remaja agar tidak terjerumus kedalam pergaulan yang salah. Pendidikan kesehatan juga diperlukan guna mengedukasi remaja tentang dampak negatif penyalahgunaan narkoba melalui seminar, workshop, dan media sosial.

Pendekatan multidimensional yang mengintegrasikan nilai ketuhanan dan kemanusiaan dalam penanganan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba adalah langkah yang komprehensif dan menyeluruh.

Dengan menggabungkan aspek spiritual, sosial, dan psikologis, kita dapat memberikan upaya yang tidak hanya bersifat pencegahan, tetapi juga menawarkan solusi yang berkelanjutan.

Penerapan nilai-nilai ini tidak hanya mencegah tindakan negatif saja, tetapi juga untuk membentuk remaja menjadi individu yang berakhlak, beradab, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.(*)