Opini  

United Tractors Mewujudkan Industri Berkelanjutan Untuk Kejayaan Indonesia

Peserta wisuda reguler mekanik alat berat batch 38

 

Oleh Hendri Nova
Wartawan Topsatu.com

Kata ‘Berkelanjutan’, terdengarnya sangat sederhana dan sangat mudah untuk diucapkan. Namun harus diakui, kata ini mengandung nilai magis yang sangat luar biasa, apalagi bagi mereka yang berambisi bisa jaya untuk selamanya.

Mereka tak bisa berhenti dengan hanya berpuas diri pada target yang sudah berhasil diraih, namun makin berambisi mempertahankannya hingga kejayaan makin terus berlanjut di masa yang akan datang. Tidak ada kata berhenti, kecuali sekedar untuk istirahat menghela napas atau sekedar mengumpulkan tenaga, bagi mereka yang menginginkan sesuatu yang hasilnya terus berlanjut tak pernah terputus.

Hal inilah yang menjadi ambisi United Tractors yang akan berusia 54 tahun di tanggal 13 Oktober 2026 nanti. Tekad untuk mewujudkan industri yang berkelanjutan, menjadi penyemangat dalam menjalankan roda perusahaan yang terus bergerak maju dengan penuh percaya diri.

Keberlanjutan itu sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti berlangsung terus-menerus atau berkesinambungan. Untuk tujuan ini, tentu United Tractors tentu harus bekerja maksimal di semua lini, agar kemajuan yang diraih merata di seluruh unsur perusahaan.

Tentu di posisi pertama yang harus dilakukan United Tractors agar bisnisnya terus berkelanjutan adalah pendapatan yang tinggi dengan laba yang besar setiap tahunnya. Jika ini berhasil diraih, maka investor saham kode UNTR di bursa efek ini juga makin semangat berinvestasi, demi mendapatkan deviden yang besar di setiap tahunnya.

Maka dari itu, berdasarkan peta jalan bisnis modern dan Aspirasi Keberlanjutan 2030 yang dicanangkan UT sendiri seperti dikutip dari unitedtractors.com, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah diversifikasi bisnis ke Sektor Hijau (Business Resilience). Perusahaan besar yang bergantung pada komoditas fosil, wajib segera mungkin melakukan transisi portofolio bisnis.

United Tractors mengimplementasikan ini dengan menargetkan peningkatan pendapatan non-batu bara hingga 50%. Langkah konkretnya meliputi investasi mineral Non-Batu Bara, melakukan ekspansi ke penambangan mineral strategis masa depan, seperti emas dan nikel (seperti yang dilakukan pada proyek tambang Martabe dan Stargate).

Selanjutnya pengembangan Energi Terbarukan (EBT), dengan membangun infrastruktur energi bersih berbasis tenaga surya (rooftop solar PV) dan tenaga air (hydroelectric) melalui anak usahanya.

Keberhasilan inovasi hijau UT ini, diakui lewat penghargaan bergengsi nasional, seperti Gold Awards di kategori Hydro Smart Innovation dan Eco-Cycle Innovation pada EPSA 2026.

Selain itu, United Tractors (UT) juga harus melakukan manajemen lingkungan yang ketat & dekarbonisasi (environmental). Sebagai raksasa industri alat berat dan kontraktor pertambangan, operasi UT menghasilkan emisi karbon yang tinggi.

Keberlanjutan lingkungan juga memerlukan tindakan nyata, seperti dengan mendukung Net Zero Emission (NZE), menyelaraskan operasional dengan target Astra Net Zero Emissions Scope 1 & 2 pada tahun 2050.

Berikutnya, efisiensi energi dan limbah, dengan mengoptimalkan konsumsi bahan bakar pada armada tambang, transisi ke bangunan ramah lingkungan (green building), serta pengelolaan limbah padat B3 secara sirkular. Keberhasilan inisiatif lingkungan ini, terbukti lewat raihan peringkat PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Baca Juga  Bahaya Narkoba bagi Pelajar dan Remaja

Selanjutnya, tanggung jawab sosial & pengembangan komunitas (social). Kelangsungan bisnis perusahaan tambang dan alat berat, sangat bergantung pada Social License to Operate (izin sosial dari masyarakat sekitar wilayah operasi).

Maka yang diperlukan nantinya mencakup pemberdayaan masyarakat lokal, dengan membina komunitas melalui CSR di bidang kesehatan (UTCARE), pendidikan (UTREES), dan ekonomi lokal.

Tidak kalah penting, Keselamatan Kerja (K3) & Inklusivitas, menjamin lingkungan kerja yang aman di area berisiko tinggi, serta mendorong keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas (Diversity, Equity, and Inclusion) di kalangan karyawan.

Selanjutnya adalah tata kelola perusahaan yang transparan (Governance). Perusahaan publik berskala besar membutuhkan kepercayaan yang tinggi dari investor global dan institusi keuangan.

Agar investasi terus mengalir, UT memerlukan integrasi ESG dalam keputusan bisnis. Bagi setiap keputusan ekspansi atau pembelian aset baru, harus lolos penyaringan dampak risiko ESG.

Kepatuhan standard internasional juga harus diperhatikan, karena dapat menjaga transparansi laporan keberlanjutan tahunan dan memperkuat sistem kontrol internal, demi mencegah fraud atau pelanggaran hukum lingkungan.

Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menjaga hubungan kuat dengan mitra gobal (Supplier Management). UT bertindak sebagai distributor tunggal, untuk merek raksasa global seperti Komatsu.

Menjaga kemitraan eksklusif ini, mutlak diperlukan agar pasokan alat berat andal berspesifikasi tinggi tetap terjaga. Sekaligus berkolaborasi menghadirkan teknologi alat berat bertenaga elektrik atau hibrida yang ramah lingkungan.

UT terus melakukan inovasi teknologi & keamanan era climate change (fokus operasional). UT bersama mitra globalnya (seperti Komatsu) mentransformasi lini produknya. Dari alat berat konvensional menuju adopsi mesin berbasis hibrida atau bertenaga elektrik yang menekan emisi karbon secara signifikan.

Integrasi aspek budaya keselamatan kerja mereka ini terbukti melampaui sekadar regulasi standar, sehingga berhasil meraih Indonesia Safety Excellence Award 2026 dan empat penghargaan di IQSA 2026.

UT tidak berhenti sampai di sini, demi tujuan keberlanjutan yang ingin digapai. UT juga melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan. Langkah ini membuktikan bahwa UT tidak hanya fokus mengeruk komoditas, melainkan aktif berinvestasi pada masa depan manusia (People) sesuai dengan Roadmap 3P Astra (People, Portfolio, Public Contribution).

Sejauh ini, UT di sepanjang tahun 2026 terus berkontribusi memajukan dunia pendidikan dan SDM, dengan program unggulan yang diberi nama SOBAT (Sekolah Binaan United Tractors). Program SOBAT merupakan andalan Corporate Social Responsibility (CSR) UT di bawah pilar UT FUTURE.

Program yang diinisiasi sejak 2008 ini bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang tangguh, kompetitif, dan memiliki keterkaitan (Link and Match) yang kuat dengan kebutuhan industri nyata.

Konsistensi program ini berbuah manis, dimana pada Juni 2026, UT secara resmi menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), atas kontribusi nyatanya memperkuat pendidikan vokasi melalui SOBAT.

Baca Juga  Bahaya Narkoba di Lingkungan Masyarakat

SOBAT hingga saat ini telah membina ratusan satuan pendidikan di Indonesia di berbagai wilayah strategis, mulai dari jenjang dasar, SMK, Politeknik, hingga Perguruan Tinggi. Adanya iven SOBAT Competition 2026 di setiap tahunnya, telah melahirkan inovasi-inovasi baru di sekolah-sekolah binaan.

Program SMK Teaching Factory, terbukti mampu memacu daya kreativitas guru dan murid, agar siap bersaing di dunia kerja. UT juga melakukan kolaborasi strategis dengan Kemendikdasmen. UT mempererat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah, dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) baru pada Maret 2026 bersama Ditjen Vokasi Kemendikdasmen.

Fokus kerjasamanya pada peningkatan kompetensi SDM di bidang pendidikan vokasi, pendidikan khusus, dan pendidikan layanan khusus. UT juga terlibat aktif dalam peluncuran Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) yang diinisiasi langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, sebagai bentuk komitmen mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan nasional.

UT juga melakukan peningkatan kualitas guru, dengan adanya Basic Technical Course (BTC) 2026. UT meyakini bahwa SDM siswa yang unggul, lahir dari tenaga pendidik yang berkualitas.

Oleh sebab itu, mereka mengadakan program Basic Technical Course (BTC) 2026 untuk guru-guru SMK Binaan. Pelaksanaan berlangsung intensif dari 6 April hingga 18 Mei 2026 di UT School, Jakarta.

Metodologi yang dilakukan berupa pelatihan teknis secara onsite selama total 37 hari, yang meliputi 26 hari in-class training, 5 hari magang langsung di industri, dan 4 hari proses sertifikasi profesi melalui LSP ABI. Langkah ini memastikan ilmu yang diajarkan di kelas selalu relevan, dengan teknologi alat berat mutakhir.

UT juga memperkuat fondasi sejak dini, dengan menggelar pelatihan Guru PAUD pada Juli 2026. Kontribusi UT tidak hanya menyasar usia produktif kerja, melainkan juga pendidikan anak usia dini.

Pada Juli 2026, melalui pilar sosial UT Future, mereka menyelenggarakan Pelatihan Kompetensi Guru PAUD Binaan UT di VIP Grand Ballroom UT dan kelas UT School untuk memperkuat karakter anak sejak usia emas.

UT juga melahiurkan ruang karakter, yakni gerakan “UNTUK Indonesia” 2026. Pada Agustus 2026, UT meluncurkan gerakan UNTUK Indonesia (UT untuk Kemajuan Indonesia). Esensi program agar menjadi ruang belajar bersama, bertukar perspektif, dan membangun karakter masyarakat serta internal karyawan.

Dengan mengusung semangat “Tumbuh untuk Berdampak dan Berkarya dengan Karakter”, program ini diselaraskan untuk mendukung agenda pemerintah dalam Asta Cita ke-4 mengenai pembangunan SDM, sains, dan teknologi.

Dengan semua ini, maka cita-cita United Tractors untuk wewujudkan industri berkelanjutan akan tercapai dengan gemilang. Masa depan perusahaan akan cerah dan kejayaan akan berkibar sampai batas waktu yang tak bisa ditentukan. (*)