PADANG — PT Semen Padang terus memperkuat kontribusi sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), salah satunya dengan mendukung budidaya jamur tiram oleh Sekolah Perempuan di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.
“Sebagai perusahaan yang beroperasi di tengah masyarakat, kami berkomitmen untuk mendorong pembangunan sosial dan ekonomi lokal,” kata Iskandar Z Lubis, Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Selasa (15/4).
Menurut Iskandar, bantuan yang diberikan berupa oven, pondok budidaya, hingga peralatan produksi adalah bentuk nyata dukungan kepada kelompok perempuan untuk mandiri secara ekonomi. “Kami bangga program ini tidak hanya sukses secara produksi, tapi juga menumbuhkan semangat wirausaha di masyarakat,” ujarnya.
Dukungan ini juga sejalan dengan visi pembangunan nasional. “Program ini searah dengan poin ke-5 Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia,” jelas Iskandar.
Jamur tiram hasil budidaya kelompok perempuan ini mampu dipanen setiap hari, dengan hasil 2 hingga 7 kilogram per hari. Produk tersebut dijual seharga Rp25 ribu per kilogram, menjadi pemasukan tambahan yang signifikan bagi keluarga para pelaku usaha.
Budidaya ini awalnya dimulai pada akhir 2024 atas inisiatif Sekolah Perempuan dan Forum Nagari Baringin, dan kini terus berkembang. Permintaan pasar dari luar daerah pun mulai berdatangan, memicu perluasan usaha ke lokasi lain.
Melalui pendekatan partisipatif dan dukungan korporasi, program ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan dunia usaha dapat menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. (*)












