Agam  

Di GOR Rang Agam, Lapangan Sepak Bola Bagus, Tapi Tak Bisa Digunakan

(M.Khudri)

Kota Lubuk Basung sudah ber umur 30 Tahun. Sejak jadi ibu kabupaten Agam 19 Juli tahun 1992, “kota” kecil itu pelan pelan berkembang makin ramai.

Beberapa bupati telah memerintah pasca kepindahan dari Bukittinggi, mulai dari 2 perwira militer di era Orde Baru yaitu Kol H. Gustiar Agus dan Kol (Purn) Ismu Nazif digantikan oleh dua Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) senior masing dua priode yaitu Drs. H. Aristo Munandar dan Ir.H.Indra Catri. Kini di Lubuk Basung telah ada berbagai infra struktur dan sarana umum yang memadai dan hampir sama baiknya dengan apa yang dimiliki oleh ibu kota kabupaten lain di Sumatera Barat.

Salah satu sarana umum itu ialah sebuah Taman Bermain di kawasan GOR Rang Agam di Padang Baru, seputaran kawasan perkantoran pemerintah daerah itu.

Kawasan GOR Rang Agam yang luasnya sekitar 4 hektar dibangun di masa pemerintahan Aristo Munandar. Sebuah gedung olah raga yang bisa digunakan untuk kegiatan olah raga seperti bola voli, bulu tangkis dan bela diri bahkan dipakai juga untuk acara pagelaran seni, resepsi HUT RI, Rapat Umum DPRD, pelantikan pejabat, belakangan digunakan untuk resepsi pernikahan.

Ketika Indra Catri menjadi bupati priode 2010 -2020, kawasan GOR Agam makin dikembangkan. Sekitar GOR dibuat taman bermain ditanami dengan aneka tanaman buah buahan sebagai wujud Gerakan Agam Menyemai ala Indra Catri. Hasilnya terlihat lingkungan sekitar GOR Agam tampak asri dan nyaman, sehingga menjadi tempat bermain yang menyenangkan.

Salah satu sarana utama di areal ini adalah sebuah lapangan sepakbola lengkap dengan gawang, satu disebelah utara dan satunya disebelah selatan. Jenis rumput yang ditanam di lapangan sepakbola ini bukan rumput sembarangan, yakni jenis zoisa matrella, jenis rumput standar yang dipakai untuk lapangan sepakbola.