KWT Diberi Pelatihan Tematik P2L

Payakumbuh – Guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) penerima dana DAK non fisik tahun 2022, melalui dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh dengan nama kegiatan pekarangan pangan lestari (P2L), dilakukan pelatihan tematik pekarangan pangan lestari. Kegiatan yang dilaksanakan di perkantoran Bukik Sibaluik itu, dibuka Walikota Payakumbuh, Rida Ananda.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Edvidel Arda, kepada wartawan, Selasa (11/10), mengatakan, kegiatan ini digelar bagi 4 KWT Penumbuhan dan 7 KWT pengembangan. Masing-masing KWT penerima dana mendapatkan pelatihan selama dua hari. Dan hari ini giliran KWT Lumbuang Rasaki, Kelurahan Padang Tinggi Piliang, Kecamatan Payakumbuh Barat. “Kita mengundang narasumber berkompeten, penyuluh dan perangkat kelurahan. Kegiatan ini digelar hingga akhir Oktober 2022 ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Walikota Payakumbuh Rida Ananda, menyampaikan apresiasi kepada anggota KWT yang lansia, karena di usia senjanya mereka masih saja aktif berkegiatan. Selain itu, Rida juga menyebut harga kebutuhan pokok sebenarnya bisa dikendalikan dengan memenuhi kebutuhan rumah tangga secara mandiri. Jalannya dengan menanam tanaman pangan di rumah. Terutama cabe dan bawang yang saat ini berkontribusi terhadap inflasi.

Baca Juga  Pemko Payakumbuh Serius Melawan Perbuatan Korupsi

“Terima kasih kepada ibu-ibu yang terus mendukung program pemerintah. Sekarang kita sedang menghadapi inflasi dan ujung tombak pengendaliannya adalah ibu-ibu ini. Kota Payakumbuh saat ini nomor 2 tertinggi angka inflasinya di Sumatera Barat. Kami meminta kepada KWT, agar ikut mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan lahan kosong untuk menanam cabe dan bawang. Harapan kami, kalau bisa jangan di satu tempat saja. Tapi juga ada lahan-lahan lain yang dikelola anggota KWT bersama masyarakat sekitarnya, dapat berkembang,” ucapnya.

Rida berharap, selepas diberi pembekalan, KWT dapat menjadi contoh di tengah-tengah masyarakat. Karena pihaknya juga sudah meminta kepala dinas untuk dapat mengembangkan KWT-KWT lainnya. Saat ini baru ada beberapa, kalau bisa kedepan semua KWT di tiap kelurahan yang dibantu.

“Ikuti kegiatan dengan serius dan ambil ilmu dari narasumber. Sehingga bermanfaat untuk dapat diimplementasikan. Kita bangun ketahanan pangan, tahan terpaan inflasi. Nantinya kita arahkan KWT untuk dapat memproduksi tanaman obat-obatan. Sehingga menjadi sumber penghasilan atau pendapatan ekonomi ibu-ibu,” tambahnya.

Baca Juga  Otak Penyelundupan Ganja Antarprovinsi Dibekuk Polres Payakumbuh

Sementara itu, narasumber dari Asosiasi Petani Bawang dan Cabe Kota Payakumbuh Joni Safasni, mengatakan, kondisi inflasi membuat ekonomi tak stabil. Tidak hanya rumah tangga saja, dirinya sebagai pelaku pertanian juga ikut merasakan imbasnya. Meski hasil panen KWT tak sebesar panen petani yang berlahan besar, sekurang-kurangnya ada keberhasilan KWT untuk mengurangi biaya kebutuhan rumah tangga. Mengurangi dampak ekonomi dari kenaikan harga kebutuhan pokok, karena kebutuhannya sudah ada di pekarangan.

“Kita berharap kebijakan Pemda untuk mendukung keberhasilan KWT seperti kegiatan ini. Sisanya kembali kepada KWT, setelah diberikan ilmu apakah dapat berkontribusi terhadap pengendalian inflasi dengan menanam sayuran di pekarangan. Harapan kita dari hasilnya yang banyak dapat menjadi olahan turunan, tidak hanya memproduksi tanaman pangan segar saja,” ucapnya. 207