Sawahlunto – Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 1447 H/2026 di Kota Sawahlunto terus berjalan. Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Sawahlunto mencatat, sebanyak 61 jamaah cadangan dari Sumatera Barat telah melakukan pelunasan, sementara 11 orang dinyatakan melunasi dari kuota cadangan, dan 24 jamaah memilih mundur.
Pernyataan itu disampaikam Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Sawahlunto, Yusmanto menjawab Topsatu.com menyampaikan dinamika tersebut merupakan bagian dari mekanisme nasional pengisian kuota haji yang diatur oleh Kementerian Haji RI.
Adapun jumlah jamaah yang melunasi dari cadangan mencapai 61 orang, termasuk mutasi masuk dari wilayah sumbar dan cadangan 11 orang. Sementara terdapat 24 jamaah yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan,”kata Yusmanto, Senin (12/1)
Menurut Yusmanto proses bio visa capai 69 jamaah hingga saat ini sebanyak 69 jamaah telah menyelesaikan proses bio visa, namun tiga di antaranya masih menunggu kepastian dari kuota cadangan.
Dijelaskan leih lanjutv proses bio visa menjadi tahapan penting sebelum jamaah dinyatakan siap berangkat ke Tanah Suci, karena berkaitan langsung dengan sistem keimigrasian Arab Saudi.
Pada kesempatan tersebut, Yusmanto juga mengungkapkan adanya kendala teknis pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang terjadi sejak Jumat lalu. Gangguan tersebut berdampak pada proses input dan pembaruan data jamaah.
“Kendala Siskohat terjadi secara nasional dan sudah ditangani oleh Kanwil Kemenag Sumbar. Akses saat ini terbuka melalui Kanwil, khususnya untuk wilayah Pesisir Selatan dan Kota Padang,” jelasnya.
Meski demikian, Yusmanto memastikan koordinasi terus dilakukan agar seluruh tahapan administrasi jamaah dapat diselesaikan tepat waktu.
Yusmanto menambahkan, masa tunggu keberangkatan haji saat ini mencapai sekitar 26 tahun. Hal ini menjadi gambaran tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, sementara kuota yang tersedia masih terbatas.
Ia mengimbau masyarakat yang telah mendaftar haji untuk terus memantau informasi resmi dari Kemenag serta mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi kesehatan maupun kelengkapan administrasi.
Yusmanto mengimbau jamaah untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak resmi, dan selalu berkoordinasi dengan petugas haji di Kemenag Sawahlunto. (sbd)












