Sijunjung — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sijunjung, Rina Idawani, SH., C.N., M.M., secara tegas membantah adanya dugaan oknum di lingkungan Kejari Sijunjung yang menyalahgunakan kewenangan. Ia menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti menyalahi aturan.
Pernyataan itu disampaikan Kajari dalam jumpa pers bersama wartawan yang digelar di Aula Kejari Sijunjung, Senin (16/6/2025).
“Kalau memang ada oknum di lingkungan Kejari yang menyalahgunakan kewenangannya, silakan laporkan ke kami. Kami akan menindaklanjuti dengan serius,” tegas Rina Idawani.
Bantahan tersebut disampaikan menyusul beredarnya pemberitaan yang menuding adanya oknum di Kejari Sijunjung yang diduga menyalahgunakan kewenangan. Tak ingin informasi berkembang liar, Kajari Sijunjung pun memberikan klarifikasi secara terbuka.
Mantan Koordinator Kejati DI Yogyakarta itu, dengan mata berkaca-kaca, menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas institusi yang dipimpinnya. Jika benar ditemukan oknum nakal, dirinya akan mengambil langkah tegas, termasuk mengusulkan penindakan hukum.
Dalam pertemuan tersebut, Kajari Sijunjung didampingi oleh Kasi Intelijen Kejari Sijunjung, Dian Affandi, S.H.
“Jika ada informasi, silakan laporkan melalui SPAN Lapor atau langsung kepada kami. Kami tidak pernah memberikan izin kepada siapa pun untuk meminta-minta proyek atau melakukan penyalahgunaan kewenangan. Jika ada yang melakukan pelanggaran, akan kami tindak tegas,” ujar Rina.
Sementara itu, Ketua PWI Sijunjung, Masharyanto, dalam pertemuan itu menyampaikan kondisi media dan wartawan di Sijunjung. Sejumlah wartawan lain juga mengajukan pertanyaan serta menyampaikan harapan kepada Kajari terkait sinergi antara lembaga penegak hukum dengan media.
Menanggapi masukan para insan pers, Kajari menyambut baik aspirasi tersebut dan berkomitmen mempererat hubungan dengan wartawan di wilayah kerjanya.
“Ke depan, kita akan mengagendakan pertemuan rutin bersama rekan-rekan wartawan, demi menjaga komunikasi yang baik serta keterbukaan informasi,” ujar Rina Idawani. (fl)












