Payakumbuh – Pemilu yang berkualitas dihasilkan dari partisipasi dari masyarakat. Karena hasil pesta demokrasi yang dilakukan sekali lima tahun itu ditentukan bukan dari isi kepala, namun ditentukan dari banyaknya kepala. Artinya jumlah suara ditentukan dari jumlah partisipasi masyarakat yang datang ke bilik suara.
Untuk itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Payakumbuh mengajak para penyuluh agama dari Kemenag Payakumbuh dan anggota Program Keluarga Harapan (PKH) dari Dinas Sosial Payakumbuh, untuk berperan serta melakukan pengawasan partisipatif terhadap pelaksanaan Pemilu serentak yang akan digelar 2024 mendatang.
Ketua Bawaslu Kota Payakumbuh Suci Wildanis, menyampaikan hal itu dihadapan puluhan penyuluh agama dan anggota PKH dalam kegiatan sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif pada Pemilu serentak tahun 2024 yang berlangsung di aula hotel di Payakumbuh, Sabtu (3/12) kemarin.
“Saat ini Bawaslu tengah gencar mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya peran serta masyarakat dalam melakukan pengawasan partisipatif terhadap pelaksanaan Pemilu serentak yang akan digelar 2024 mendatang. Tujuan sosialisasi ini, agar pelaksanaan Pemilu serentak yang akan dilaksanakan tahun 2024 mendatang itu, bisa berjalan seperti yang diharapkan semua pihak yakni Pemilu yang jujur dan adil serta berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini pihaknya telah melakukan pengawasan terhadap proses verifikasi faktual perbaikan yang dilakukan oleh KPU. “Bawaslu terus mendorong peranan masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan, termasuk meminta peranan para penyuluh agama dari Kemenag dan peranan anggota PKH dari Dinas Sosial agar ikut serta melakukan pengawasan Pemilu partisipatif pada Pemilu serentak mendatang,” tambahnya.
Sebelum membuka secara resmi kegiatan sosialiasi itu, Suci Wildanis juga memberikan informasi dan pengetahuan kepada peserta sosialisasi terkait peraturan pengawasan kepada masyarakat. Sehingga mereka juga tahu dan paham aturan dalam pengawasan. “Bawaslu tidak saja mengajak partisipatif masyarakat untuk melakukan pengawasan, namun kita juga berikan informasi, pengetahuan dan sosialisasi terkait peraturan pengawasan Pemilu. Sehingga peran aktif masyarakat dalam pengawasan, sangat diharapkan sekali,” tambahnya lagi.
Ketua panitia kegiatan Syafrial, dalam sambutannya, mengharapkan, agar kegiatan sosialisasi dapat memberikan pengetahuan tentang peraturan pengawasan Pemilu serentak tahun 2024. Sehingga peserta sosialisasi dan masyarakat bisa menjaga perilaku dari hal yang dapat merusak sendi-sendi demokrasi. Sehingga mampu mendorong Pemilu yang berkualitas dan bermartabat. “Bawaslu terus memberikan pengetahuan, informasi dan sosialisasi diberbagai kegiatan. Sehingga mampu mendorong Pemilu yang berkualitas dan bermartabat,” ucapnya.
Sementara itu, Dr. (Cand) Syaiful Anwar, yang ditunjuk sebagai narasumber dalam kegiatan sosialiasi itu, menyampaikan tentang urgensi pengawasan partisipatif pada pelaksanaan Pemilu 2024. “Pemilu adalah momentum penting yang perlu dijaga integritas pelaksanaannya. Karena kualitas penyelenggaraan Pemilu berjalan beriringan dengan kualitas penyelenggara Pemilu,” ungkapnya. 207












