Deteksi Dini Diperlukan untuk Mewujudkan Rasa Aman di Tengah Masyarakat

Dr.H.Dedi Wandra deteksi dini perlu dilakukan agar tidak terjadi gejolak ditengan masyarakat.subandi

Sawahlunto – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto, Dr. H. Dedi Wandra,  menyampaikan materi terkait deteksi dini konflik keagamaan pada kegiatan yang digelar di Aula Kemenag Sawahlunto. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala KUA, para penyuluh agama, serta para penghulu.

Dalam paparannya, Dr. Dedi Wandra menegaskan pentingnya kepedulian terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Menurutnya, masyarakat adalah unsur utama dalam menjaga situasi tetap kondusif.

“Kita harus peduli terhadap permasalahan apa pun yang dihadapi masyarakat. Bila terjadi persoalan, penyuluh harus berupaya menyelesaikannya terlebih dahulu. Jika belum terselesaikan, dapat melibatkan tokoh agama, pemerintah seperti Kemenag dan FKUB, hingga pemerintah daerah. Bila tetap tidak menemukan solusi, barulah melibatkan aparat, LSM, atau akademisi,” ujarnya.

Baca Juga  Kendaraan dan Alat Berat UPTD PUPR Sawahlunto Perlu Diremajakan

Ia mencontohkan penanganan kasus di SMPN 2 dan SMPN 7 yang langsung mendapatkan pendampingan dari psikolog Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Negeri Padang (UNP).

Lebih lanjut, Kakan Kemenag itu menegaskan bahwa dengan atau tanpa laporan resmi, para penyuluh harus tetap aktif mengumpulkan informasi serta data di lapangan untuk kemudian dianalisis. “Permasalahan dapat diatasi melalui peringatan dini dan respons cepat agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah. Kepekaan terhadap masalah masyarakat adalah kunci,” katanya.

Dr. Dedi juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa toleransi harus dijunjung tinggi dalam aspek kemanusiaan, namun tidak boleh mencampuradukkan praktik ibadah.

Baca Juga  Tim Opsnal Lintah Bara Satresnarkoba Polres Sawahlunto Gagalkan Peredaran Sabu

“Perdamaian bukan hanya urusan pemerintah, KUA, atau kepolisian. Kerukunan adalah tanggung jawab semua orang. Bila kedamaian dapat dijaga dengan baik, maka terwujudlah baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya. (sbd)