PADANG – Pentupan pasar raya selama lima hari dan berakhir Jumat (24/4), Dinas Perdagangan Padang menilai aksi ini efektif dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di pasar raya.
Hal ini terbukti, hingga saat ini tidak ada penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di klaster Pasar Raya Padang.
“Kita menilai lima hari penutupan pasar raya ini efektif. Tidak ada penambahan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk itu, kami mengusulkan besok, pada saat rapat bersama kembali membuka pasar raya ini,” kata Kepala Dinas Perdagangan Padang, Endrizal, Kamis (23/4).
Endrizal mengatakan, apabila nantinya dibukanya kembali pasar raya Padang, pihaknya akan memperketat pengawasan pada seluruh pedagang, maupun pengunjung atau pembeli di seluruh kawasan pasar raya.
“Apabila nanti pada rapat ini disetujui pembukaan pasar raya, kita akan perketat pengawasan dengan menegakkan aturan-aturan di pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang telah diterapkan,” ujar Endrizal.
Dikatakan, selaian memperketat pengawasan selama dibukanya kembali pasar raya, pihaknya juga akan terus mengevaluasi kembali, selama pembukaan pasar raya tersebut.
“Jadi hingga saat ini hanya 18 pedagang yang ditemukan terkonfirmasi positif Covid-19 di Pasar Raya Padang,” katanya.
Terakhir Endrizal mengatakan, pemutusan dibuka atau tidaknya pasar raya ini, setelah rapat bersama yang akan diadakan Jumat (24/4), bersama seluruh instansi terkait.
“Finalnya besok, setelah rapat bersama ini. Kami dari dinas mengusulkan kembali dibukanya pasar raya. Namun, nanti ada penilaian ataupun pengujian dari beberapa instansi, dibuka atau tidaknya pasar raya ini,” tutupnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Padang telah menutup pasar raya selama lima hari dimulai dari Senin kemarin, setelah ditemukannya ada 17 pedagang terkonfirmasi positif Covid-19 di sana. Dari 17 pedagang yang positif ini, tiga diantaranya meninggal dunia. (deri)












