Padang  

UNP Lepas Prof. Mukhaiyar dengan Buku

PADANG – Univeritas Negeri Padang (UNP) melepas Prof. Dr. Mukhaiyar, M. Pd, yang memasuki masa purnatugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Momen perpisahan itu ditandai dengan peluncuran buku berjudul “Iktiar dalam Bahasan Festschrift untuk Prof. Dr. Mukhaiyar, M. Pd”, Kamis (12/11).

Buku dengan tebal 360 lembar tersebut memuat 33 tulisan yang dibuat oleh pakar-pakar pendidikan bahasa, praktisi pengajaran bahasa, teman sejawat, dan mahasiswa Prof. Mukhaiyar. Penulis artikel-artikel tersebut tersebar dari 15 institusi di Indonesia.

“Sesuai dengan makna kata festscrift yang berarti tulisan penghormatan kepada seseorang, buku ini dibuat sebagai penghormatan atas pengabdian 44 tahun Profesor Mukhaiyar di dunia pendidikan terutama UNP,” ujar Ketua Tim Editor, Prof. Dr. M. Zaim, M. Hum, kepada Top Satu, Kamis (12/11).

Penghormatan yang disampaikan melalui sebuah buku tersebut merupakan upaya yang dilakukan untuk terus mengembangkan budaya akademik dan ilmiah. Pasalnya, pencatatan melalui sebuah buku tidak hanya untuk dinikmati hari ini tetapi juga akan menjadi bukti sejarah yang akan bisa diturunkan ke generasi berikutnya.

“Kita berharap buku ini akan mampu menjadi rujukan serta bahan untuk telaah lebih lanjut dari tulisan yang telah ada untuk pengembangan pengetahuan terutama di bidang pengajaran bahasa,” tukuk, Prof. M. Zaim.

Baca Juga  25 Orang Terdaftar Satu Mengundurkan Diri

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP, Prof. Dr. Ermanto, M. Hum, pada kesempatan tersebut menyatakan meski telah memasuki purna tugas, FBS sangat berharap Prof. Mukhaiyar, akan tetap terus mengabdikan diri di dunia pendidikan.

“Kita percaya meski secara kepegawaian Prof. Mukhaiyar telah purnabakti tetapi masih banyak sumbangsih yang bisa diberikan untuk dunia pendidikan terutama UNP,” kata Prof. Ermanto.

Rektor UNP, Prof. Ganefri, Pd. D, melalui sambungan online dari Jakarta menyatakan tahun 2020 memang menjadi tahun yang berat. Di bidang akademik pada 2020, UNP kehilangan lima orang guru besar.

“Dua orang guru besar, Prof. Mukhaiyar, dan Prof. Z. Mawardi Efendi memasuki masa purnabakti dalam keadaan sehat walafiat. Selain itu, tiga guru besar masing-masing Prof. Alizamar, Prof. Kasman Rukun, dan Prof. Taufina, belum sempat purnatugas karena telah dipanggil yang maha kuasa terlebih dahulu,” ucap Prof. Ganefri.

Terkait pelepasan guru besar malalui sebuah buku, menurut Prof. Ganefri merupakan sebuah tradisi yang harus dikembangkan dan dibudayakan untuk guru-guru besar yang lain. Tidak hanya itu, Prof. Ganefri mengatakan UNP akan mengadakan rapat senat istimewa untuk melepas guru besar yang purnabakti.

Baca Juga  Bagaimana Cara Mencegah Bencana? Ini Kata Wakil Walikota Padang di Masjid Amal Muslimin Parupuk Tabing

“Sebetulnya puisi berjudul Dua Aksara Dua Angka untuk Prof. Mukhaiyar ini akan saya bacakan pada rapat itu. Tapi izinkan saya bacakan hari ini saja,” ujar Prof. Ganefri sebelum menutup sambutannya.

Prof. Dr. Hermawati Syarif,M. Hum, salah satu kolega Prof. Mukhaiyar menyatakan merasa kehilangan salah satu sosok yang sudah berbuat banyak untuk UNP pada berbagai jabatan yang diemban.

“Sebagai pribadi beliau juga merupakan sosok yang luwes, suka menolong orang lain, serta selalu menganggap seorang mahasiswa itu sebagai orang pintar dan potensial. Tidak ada mahasiswa yang bodoh di mata beliau,” ujar Prof. Hermawati Syarif.

Prof. Mukhaiyar sendiri menyatakan sangat terharu dan bangga dengan penghormatan yang telah diberikan berbagai pihak kepadanya. Ia berharap apa yang telah dilakukan bisa berguna bagi orang lain.

“Selain itu saya juga memohon maaf jika selama bergaul ada yang salah dari ucapan atau tindakan saya,” ujar Prof. Mukhaiyar, berkaca-kaca. (Hirval)