Lewat Posyandu Digital, Mahasiswa KKN UNP Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Nagari Muaro Bodi

SIJUNJUNG – Setiap bulan, para ibu membawa balitanya ke posyandu untuk memantau tumbuh kembang anak. Namun, pencatatan yang masih dilakukan secara manual sering kali menyulitkan proses pendataan dan pemantauan berkelanjutan. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Negeri Padang (UNP) Tahun 2026 menghadirkan program Mahasiswa Peduli Stunting di Nagari Muaro Bodi, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung sebagai upaya mendukung pencegahan stunting sejak dini melalui digitalisasi data, edukasi gizi, dan kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Rangkaian kegiatan diawali pada 8 Juli 2026 melalui pelaksanaan Posyandu Digital di Posyandu Jorong Dusun Tuo dan Jorong Bungo Pinang. Bersama bidan dan kader posyandu, mahasiswa membantu pencatatan digital data tumbuh kembang balita yang meliputi berat badan, tinggi badan, dan status gizi. Digitalisasi ini diharapkan dapat mempermudah kader dalam melakukan pemantauan perkembangan balita secara lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 34 balita mengikuti pemeriksaan di Posyandu Jorong Dusun Tuo dengan 9 balita teridentifikasi berisiko stunting, sedangkan di Posyandu Jorong Bungo Pinang terdapat 24 balita yang mengikuti pemeriksaan dengan 4 balita teridentifikasi berisiko stunting. Secara keseluruhan, mahasiswa berhasil mendigitalisasi data 58 balita, melampaui target minimal program yang ditetapkan.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada kader posyandu mengenai penggunaan sistem pencatatan digital. Kegiatan yang dilaksanakan pada 17 Juli 2026 tersebut menghasilkan tiga kader posyandu terlatih, terdiri atas satu kader di Jorong Dusun Tuo dan dua kader di Jorong Bungo Pinang. Dengan keterampilan tersebut, kader diharapkan mampu melanjutkan pencatatan digital secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Baca Juga  Dari Posyandu hingga Sekolah, Mahasiswa KKN UNP Perkuat Edukasi Pencegahan Stunting di Limo Kaum

Upaya pencegahan stunting juga diperkuat melalui Kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada 14 Juli 2026 yang melibatkan 30 KK. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga sanitasi lingkungan, serta menerapkan perilaku hidup bersih sebagai salah satu langkah mencegah stunting. Sebagai media edukasi, mahasiswa turut membagikan poster dan leaflet PHBS yang dapat dijadikan panduan bagi masyarakat dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.

Rangkaian program ditutup dengan Penyuluhan Edukasi Gizi Pencegahan Stunting pada 23 Juli 2026 yang diikuti oleh 30 peserta, terdiri atas ibu hamil, ibu balita, dan remaja putri. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian stunting dan pentingnya pencegahan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Materi yang disampaikan meliputi pentingnya ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin di posyandu, penerapan gizi seimbang, konsumsi tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri, imunisasi dasar lengkap, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta sanitasi lingkungan, hingga peran ibu dalam pola asuh sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UNP Edukasi Warga Balah Aie Olah Limbah Air Kelapa Jadi Pupuk Organik

Untuk mengetahui efektivitas penyuluhan, kelompok KKN Muaro Bodi melaksanakan pre-test dan post-test kepada seluruh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata tingkat pemahaman peserta meningkat dari 64,6% sebelum penyuluhan menjadi 94,4% setelah penyuluhan, atau mengalami peningkatan sebesar 29,8 poin persentase. Capaian tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting dan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Program Mahasiswa Peduli Stunting merupakan salah satu program unggulan KKN Reguler Universitas Negeri Padang yang dilaksanakan dengan dukungan Pemerintah Nagari Muaro Bodi, bidan, dan kader posyandu. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan kegiatan kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat kapasitas kader dan menghadirkan sistem pencatatan digital yang diharapkan tetap dimanfaatkan setelah KKN berakhir.

Ke depan, kader posyandu diharapkan terus menggunakan sistem digital dalam pemantauan tumbuh kembang balita sehingga pelayanan kesehatan di Nagari Muaro Bodi semakin efektif. Semangat kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pemerintah nagari, dan masyarakat menjadi bukti bahwa upaya pencegahan stunting dapat diwujudkan bersama demi terciptanya generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting. (rel)