Mahasiswa KKN UNP Edukasi Warga Balah Aie Olah Limbah Air Kelapa Jadi Pupuk Organik

PARIK MALINTANG – Setiap musim kemarau, aroma menyengat dari limbah air kelapa bekas pembuatan santan menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat Nagari Balah Aie. Limbah yang selama ini dibuang begitu saja ke saluran air atau sekitar pekarangan rumah tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga mengganggu kenyamanan lingkungan. Di sisi lain, sisa-sisa sayuran dari dapur rumah tangga pun masih banyak yang berakhir sebagai sampah tanpa dimanfaatkan kembali.

“Kalau musim kemarau, bau limbah air kelapa bekas membuat santan itu menyengat sekali. Kadang kami bingung harus dibuang ke mana karena kalau dibiarkan baunya mengganggu lingkungan,dan warga sekitar” tutur salah seorang warga Nagari Balah Aie.

Keluhan sederhana seperti itu ternyata menjadi persoalan yang selama ini dirasakan oleh masyarakat. Di Nagari Balah Aie, air kelapa sisa pembuatan santan umumnya dibuang begitu saja ke saluran air atau sekitar pekarangan rumah warga. Ketika musim kemarau tiba, limbah tersebut mengendap dan menimbulkan aroma yang sangat menyengat. Tidak hanya limbah air kelapa, sisa-sisa sayuran dari dapur rumah tangga pun sebagian besar berakhir sebagai sampah tanpa dimanfaatkan kembali.

Dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan solusi sederhana namun berdampak melalui Program Peduli Lingkungan Hidup dengan mengedukasi sekaligus mendemonstrasikan pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC).

Program Peduli Lingkungan Hidup yang dilaksanakan mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang berfokus pada upaya mengurangi pencemaran lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik rumah tangga dan juga limbah air bekas kelapa. Setelah melakukan observasi dan berdiskusi bersama masyarakat setempat, tim KKN menemukan bahwa limbah air kelapa bekas pembuatan santan menjadi salah satu permasalahan yang cukup sering dikeluhkan warga, terutama saat musim kemarau. Selain mencemari lingkungan, limbah tersebut juga menimbulkan bau yang mengganggu kenyamanan masyarakat.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UNP Gelar Perdana Mutiara Festival di Nagari Lubuk Gadang Utara

Sebagai solusi, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik sekaligus mempraktikkan secara langsung cara mengolah limbah air kelapa dan sisa-sisa sayuran menjadi pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC). Seluruh proses diperagakan menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar sehingga dapat diterapkan kembali oleh masyarakat secara mandiri dirumah masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya menyaksikan proses pembuatan pupuk, tetapi juga diajak memahami manfaatnya bagi tanaman pekarangan, tanaman hortikultura, maupun tanaman obat keluarga (TOGA). Edukasi ini diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat dari membuang limbah organik menjadi memanfaatkannya sebagai produk yang bernilai guna.

Kegiatan edukasi dan demonstrasi berlangsung dengan antusias. Warga aktif bertanya mengenai proses fermentasi, bahan yang digunakan, hingga cara pemanfaatan pupuk yang dihasilkan. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan baru bahwa limbah air kelapa dan sisa sayuran bukan lagi sekadar sampah, melainkan sumber nutrisi bagi tanaman apabila diolah dengan benar.

Baca Juga  Peta Digital dan Taman TOGA  Dihadirkan Mahasiswa KKN UNP sebagai Inovasi Berkelanjutan di Desa Pungguang Ladiang

Program ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah organik berbasis rumah tangga. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan limbah menjadi pupuk juga berpotensi menghemat biaya perawatan tanaman serta mendukung lingkungan Nagari Balah Aie yang lebih bersih dan sehat.

“Selama ini kami memang resah dengan limbah air kelapa bekas membuat santan. Kalau musim kemarau baunya menyengat dan kami belum tahu bagaimana cara mengolahnya. Setelah mahasiswa KKN memberikan edukasi dan memperagakan cara membuat pupuk organik cair, kami jadi paham bahwa limbah itu ternyata masih bisa dimanfaatkan dan tidak perlu lagi dibuang sembarangan.” Ujar salah satu warga yang mengikuti kegiatan.

Program Peduli Lingkungan Hidup yang dilaksanakan mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang membuktikan bahwa solusi terhadap persoalan lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar rumah. Melalui edukasi dan praktik pengolahan limbah air kelapa serta sisa sayuran menjadi pupuk organik cair dan pupuk kompos, masyarakat diajak untuk mengubah limbah menjadi sumber manfaat.

Harapannya, pengetahuan yang telah diberikan tidak berhenti pada kegiatan KKN semata, tetapi terus diterapkan oleh masyarakat sebagai budaya baru dalam mengelola limbah rumah tangga. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, Nagari Balah Aie dapat menjadi contoh bahwa limbah bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari manfaat yang berkelanjutan. (rel)