Tiga Akademisi Unand Masuk Tim Pakar Hilirisasi Kemdiktisaintek

PADANG – Universitas Andalas (Unand) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui keberhasilan tiga akademisinya memperoleh pendanaan Program Hilirisasi – Skema Tim Pakar/Pengkaji Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Rilis yang diterima redaksi, Kamis (17/9/2026) menyebutkan tiga akademisi tersebut berasal dari dua fakultas di Universitas Andalas, yakni Prof. Ir. Uyung Gatot Syafrawi Dinata, M.T. Dr.Ing., dan Dr. Prima Fithri, S.T., M.T. dari Fakultas Teknik, serta Prof. Dr. Ir. Novri Nelly, M.P., dari Fakultas Pertanian.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu gambaran semakin kuatnya kapasitas kepakaran Universitas Andalas dalam mendukung agenda nasional hilirisasi hasil riset, yaitu mendorong hasil penelitian perguruan tinggi agar tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat berkembang menjadi teknologi, produk, atau solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.

Program Kemdiktisaintek tersebut memiliki posisi strategis dalam mempersempit jarak antara hasil penelitian dan pemanfaatannya di dunia nyata. Dalam panduan Program Hilirisasi Riset Prioritas dan Strategis–Dorongan Teknologi Tahun 2026, Tim Pakar/Pengkaji bertugas melakukan kajian Pra-Studi kelayakan dan memberikan rekomendasi mengenai kelayakan produk atau teknologi untuk dikembangkan menuju tahap hilirisasi.

Baca Juga  Positif Covid-19 di Padang 270 Orang, Ada Kasus Baru di Kampung Jao

Tiga kepakaran Unand untuk tiga persoalan strategis

Ketiga pakar Unand tersebut akan terlibat dalam tema yang berbeda sesuai dengan kompetensi dan bidang kepakarannya.

Prof. Ir. Uyung Gatot Syafrawi Dinata, M.T., Dr.-Ing. dari Fakultas Teknik akan berkiprah melalui kajian HIREIS (Hybrid Renewable Energy Irrigation System). Teknologi ini mengangkat pendekatan energi terbarukan untuk sistem irigasi, yang memiliki relevansi dengan kebutuhan efisiensi energi dan pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan.

Dr. Prima Fithri, S.T., M.T. dari Fakultas Teknik akan terlibat dalam kajian bertajuk

“Teknologi pengendalian kapang dan risiko mikotoksin berbasis ragi sebagai agen bioprotektif pascapanen rempah prioritas Indonesia.”

Tema ini menyentuh persoalan penting dalam rantai pascapanen komoditas rempah. Pengendalian kapang dan risiko mikotoksin bukan hanya berkaitan dengan kualitas produk pertanian, tetapi juga dengan keamanan pangan, umur simpan, nilai ekonomi, serta peluang peningkatan daya saing komoditas Indonesia.
Prof. Dr. Ir. Novri Nelly, M.P., menjadi satu-satunya penerima dari Fakultas Pertanian Universitas Andalas di antara tiga nama yang lolos dalam program tersebut.
Prof. Novri Nelly akan terlibat dalam kajian “Hilirisasi paket teknologi umpan dan formula cair nanoenkapsulasi CNSL-Maja berbasis matriks Dioscorea untuk pengendalian OPT kakao.”

Baca Juga  Idul Adha, Alumni Hukum Unand Berkurban

Riset tersebut berkaitan dengan pengembangan teknologi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) kakao, dengan pendekatan formulasi dan nanoenkapsulasi. Jika dikembangkan lebih lanjut, teknologi semacam ini berpotensi mendukung pengendalian hama tanaman yang lebih efektif sekaligus membuka peluang hilirisasi produk pengendali OPT berbasis hasil riset perguruan tinggi.
Dilaksanakan dalam dua batch

Berdasarkan informasi, kegiatan tersebut akan dilaksanakan dalam dua tahapan pendanaan. Batch 1 dilaksanakan pada 2026, dengan Dr. Prima Fithri sebagai salah satu penerima pendanaan. Batch 2 dilaksanakan pada 2027, yang mencakup Prof. Ir. Uyung Gatot Syafrawi Dinata dan Prof. Dr. Ir. Novri Nelly.

Kiprah tiga akademisi Unand tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan memperoleh pendanaan, tetapi juga menunjukkan keterlibatan Universitas Andalas dalam ekosistem nasional yang menghubungkan riset, kepakaran, teknologi, industri, dan kebutuhan masyarakat. (rel)