PADANG – Program Beasiswa Anak Nagari Semen Padang (BANGSA) terus berkembang. Memasuki angkatan ketiga pada 2026, program beasiswa PT Semen Padang tersebut memperluas pilihan program studi bagi 25 penerima yang melanjutkan pendidikan Diploma III (D3) di Politeknik Negeri Padang (PNP).
Perluasan pilihan program studi menjadi salah satu perkembangan penting dalam pelaksanaan Program BANGSA. Jika pada awalnya pilihan pendidikan masih terbatas, kini penerima beasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk menempuh bidang pendidikan sesuai minat dan kompetensinya.
Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, mengatakan kuota penerima Program BANGSA tetap dipertahankan sebanyak 25 mahasiswa. Namun, pilihan program studi yang tersedia mengalami perkembangan dari angkatan ke angkatan.
Pada angkatan pertama, Program BANGSA hanya menyediakan beasiswa untuk Program Studi D3 Teknik Mesin. Selanjutnya, pada angkatan kedua, cakupan diperluas ke Teknik Elektro, Teknik Sipil dan Teknologi Informasi.
Memasuki angkatan ketiga, cakupan Program BANGSA semakin luas karena menjangkau berbagai program studi D3 yang tersedia di PNP. Perubahan tersebut memberikan kesempatan lebih besar bagi anak nagari untuk memilih bidang pendidikan yang sesuai dengan potensi mereka.
Menurut Hernes, perluasan tersebut dilakukan dengan tetap mempertahankan kualitas penerima beasiswa. Para penerima merupakan pelajar berprestasi yang berhasil lolos melalui mekanisme penerimaan mahasiswa baru di PNP.
Wakil Direktur PNP Bidang Kerja Sama Ihsan Lumasa mengatakan sebanyak 25 penerima Program BANGSA diterima sebagai mahasiswa baru setelah dinyatakan lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur mandiri.
Namun, penerima Program BANGSA dipilih berdasarkan hasil SNBP dan SNBT. Artinya, mereka tetap mengikuti proses seleksi penerimaan mahasiswa baru sebagaimana calon mahasiswa lainnya.
Ihsan mengapresiasi konsistensi PT Semen Padang dalam memberikan dukungan kepada generasi muda. Menurutnya, beasiswa tersebut sangat berarti bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ia juga menilai perluasan program studi pada angkatan ketiga sebagai perkembangan positif. Dengan pilihan bidang yang semakin beragam, mahasiswa dapat mengembangkan potensi sesuai minat sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan vokasi di PNP. (*)










