Pindah Tugas, Dedi Wandra Dilepas dengan Haru

SAWAHLUNTO – Keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto menggelar acara perpisahan dengan Kepala Kantor Kemenag, Dr. H. Dedi Wandra, M.A, dalam suasana penuh haru dan kekeluargaan, Rabu lalu.

Mewakili jajaran ASN, Kepala Subbagian Tata Usaha menyampaikan ucapan terima kasih atas pembinaan dan arahan yang telah diberikan selama masa kepemimpinan. Ia juga memohon maaf atas segala kekhilafan selama kebersamaan.

Menurutnya, meskipun secara kedinasan terjadi perpindahan tugas, hubungan silaturahmi diharapkan tetap terjalin erat. Momentum perpisahan ini juga diharapkan menjadi penguat persaudaraan sekaligus penyemangat untuk meningkatkan kinerja ke depan.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Sawahlunto, Siti Aisyah, turut menyampaikan rasa haru serta permohonan maaf. Ia berharap jarak tidak akan memutus tali silaturahmi yang telah terbangun.

Baca Juga  Binda Fokuskan Vaksinasi Usia 6 Sampai 11 Tahun di Sawahlunto

“Kebersamaan yang terjalin selama ini sudah seperti hubungan dalam satu keluarga besar,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Dedi Wandra menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang telah terbangun bersama seluruh jajaran. Ia menilai, berbagai capaian yang diraih tidak lepas dari kerja sama dan kebersamaan.

“Bapak dan ibu sangat berarti bagi kami. Tanpa kebersamaan ini, tentu banyak hal tidak dapat kita capai,” ujarnya.

Dengan suara bergetar, ia mengaku berat meninggalkan Sawahlunto, yang disebutnya sebagai kota kecil dengan prestasi besar hingga tingkat nasional. Ia pun berpesan agar program dan capaian yang telah dirintis dapat terus dilanjutkan, bahkan ditingkatkan hingga ke level internasional.

Baca Juga  PLTU Ombilin akan Ganti Alat Penangkap Abu Awal 2019

Dalam balutan pantun, ia mengungkapkan rasa perpisahan yang mendalam:

Ke Pekanbaru bulan Ramadhan,
Ke Pekanbaru lewat Rengat,
Berpisah jauh bercerai badan,
Bapak dan ibu semua akan tetap kami ingat.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam perjalanan sebagai ASN, perubahan merupakan hal yang tidak terpisahkan dari pengabdian.

“Kalau bukan karena tugas, berat rasanya kami berpisah. Namun inilah bagian dari pengabdian seorang ASN,” tutupnya. (sbd)