PADANG – Komitmen PT Semen Padang terhadap keberlangsungan pendidikan di wilayah Batu Busuk kembali diuji oleh bencana banjir bandang. Sebagai perusahaan yang memiliki kedekatan historis dan geografis dengan wilayah tersebut, PT Semen Padang mengambil langkah cepat dengan mengalihfungsikan fasilitas Diklat mereka menjadi sekolah sementara bagi siswa SD Bustanul Ulum yang kehilangan akses jalan.
Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan. SD Bustanul Ulum bukan sekadar sekolah, melainkan lembaga binaan yang setiap tahunnya didukung dengan dana operasional mencapai Rp500 juta agar masyarakat kurang mampu di Batu Busuk bisa sekolah gratis.
“Kami menilai hal ini sangat penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar. Kami berharap, apa yang kami lakukan ini setidaknya dapat membantu menyembuhkan luka anak-anak,” ujar Idris. Baginya, kehadiran perusahaan di masa sulit adalah bukti bahwa kepedulian PT Semen Padang bukan sekadar formalitas, melainkan aksi nyata untuk bangkit bersama warga.
Dukungan perusahaan ini disambut tangis haru oleh para wali murid, salah satunya Miftahul Jannah. Ia mengaku sempat putus asa memikirkan nasib pendidikan anaknya setelah akses jalan ke Batu Busuk putus total. Ia tidak menyangka PT Semen Padang akan memberikan fasilitas semewah gedung diklat dan layanan bus antar-jemput gratis bagi siswa yang kini terpencar di berbagai lokasi.
“Ini perhatian yang bukan hanya besar, tetapi sangat luar biasa. PT Semen Padang tidak hanya memfasilitasi tempat belajar, tetapi juga menyediakan bus operasional dari rumah masing-masing,” kata Miftahul Jannah penuh syukur. Baginya, fasilitas ini adalah berkah di tengah keterbatasan mereka yang kini harus tinggal di rumah-rumah kontrakan pascabencana.
Keberadaan SD Bustanul Ulum yang berdekatan dengan PLTA Kuranji milik perusahaan memang menjadikan sekolah ini prioritas utama. PT Semen Padang memahami bahwa memulihkan infrastruktur fisik membutuhkan waktu, namun memulihkan semangat belajar anak-anak tidak bisa ditunda. Dukungan ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah pascabencana di wilayah Pauh.
Wali murid merasa sangat terbantu karena beban biaya transportasi dan kekhawatiran akan keselamatan anak menuju lokasi belajar yang jauh telah teratasi. Koordinasi yang baik antara Yayasan Igasar Semen Padang, pihak sekolah, dan perusahaan menciptakan solusi cepat di tengah kondisi darurat yang dialami warga Batu Busuk sejak akhir tahun lalu.
Aksi tanggap darurat pendidikan ini menjadi model bagi perusahaan lain dalam menangani dampak bencana. Dengan menyatukan sumber daya yang ada, PT Semen Padang tidak hanya membangun kembali harapan bagi 116 siswa, tetapi juga menanamkan kepercayaan pada masyarakat bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam menghadapi ujian berat ini. (*)












