Padang  

Angka Kejahatan di Sumbar Naik 13.194 Kasus

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta bersama Ketua DPRD Sumbar Muhidi dan pejabat utama memberikan keterangan saat rilis akhir tahun di Mapolda Sumbar, Rabu (31/12). Deri oktazulmi

 

PADANG – Polda Sumbar mencatat kenaikan tipis angka kriminalitas sepanjang 2025 dibanding dengan tahun 2024. Dari data rilis akhir tahun, jumlah tindak kejahatan tercatat 13.194 kasus atau naik sekitar satu persen dibandingkan 2024 yang mencapai 13.099 kasus.

Di satu sisi, jumlah tindak kriminal mengalami kenaikan tipis dibandingkan tahun sebelumnya, namun di sisi lain kinerja penyelesaian perkara, penurunan kecelakaan lalu lintas, serta penegakan disiplin internal menunjukkan hasil yang positif.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan, sepanjang 2025 tercatat 13.194 kasus kejahatan di wilayah Sumatera Barat. Jumlah tersebut meningkat sekitar satu persen dibandingkan 2024 yang mencatat 13.099 kasus.

Baca Juga  HUT Bhayangkara, Polda Sumbar Gelar Operasi Bibir Sumbing

“Terjadi kenaikan sekitar satu persen jumlah kejahatan pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Gatot saat rilis akhir tahun di Mapolda Sumbar, Rabu (31/12).

Gatot mengatakan, meski demikian, peningkatan tersebut diiringi dengan membaiknya tingkat penyelesaian perkara. Sepanjang 2025, Polda Sumbar dan jajaran berhasil menuntaskan 11.138 perkara, meningkat signifikan dibandingkan 10.210 perkara pada 2024.

“Penyelesaian perkara naik sekitar sembilan persen. Ini menunjukkan kinerja penegakan hukum terus ditingkatkan,”ujar Gatot.

Selain kriminalitas, Polda Sumbar juga mencatat perkembangan positif di sektor lalu lintas. Sepanjang 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 3.109 kasus, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.397 kasus atau turun sekitar 8,48 persen.

Baca Juga  13.042 Orang Pasien Positif Corona Sembuh di Sumbar

Penurunan tersebut turut berdampak pada fatalitas kecelakaan. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada 2025 tercatat 449 orang, menurun dari 507 orang pada 2024.

“Korban meninggal dunia turun sekitar 11,44 persen,” katanya.

Korban luka berat juga mengalami penurunan tajam. Pada 2025 tercatat 174 orang mengalami luka berat, jauh lebih rendah dibandingkan 385 orang pada tahun sebelumnya. Sementara itu, korban luka ringan tercatat 5.053 orang, sedikit menurun dibandingkan 5.138 orang pada 2024. (der)