Opini  

CSR di Tangan Caca, “Membangun Kepercayaan”

 

Oleh Rijal Imami / Ketua DPC Hanura Dharmasraya

Semangat transparansi dan pemerataan yang digagas Caca melalui kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR) patut diapresiasi sebagai langkah baik dalam pembangunan daerah. Dengan alokasi yang menyentuh berbagai sudut kabupaten dan informasi yang terbuka untuk publik, menarik untuk kita kunyah-kunyah karena:

Pertama, Transparansi. Langkah Caca membuka informasi tentang penyelenggaraan CSR adalah angin segar dalam tata kelola pemerintahan. Publik kini bisa mengetahui bagaimana dana CSR Dikelola, Ini bukan hanya soal data, tetapi soal keberanian membuka diri.

Kedua, Pemerataan. kebijakan ini memuat semangat pemerataan, dak terfokus pada satu atau dua k, melainkan menyebar ke sudut-sudut kampung di kabupaten Dharmasraya terutama di kawasan perusahaan beroperasi. Ini selaras dengan visi Caca-Leli yang mengusung “SejahteraMerata”. Ke ka pembangunan menyentuh Kampung-kampung yang jauh dari pusat pemerintahan atau jauh dari ”labuah gadang” (lintas utama), ia bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun kepercayaan dan harapan. Ini adalah instrumen sosial mengurangi kesenjangan dan memperkuat rasa keadilan. Pemerataan bukan hanya soal distribusi geografis, tetapi soal keberpihakan.

Baca Juga  Kreativitas dalam Mengelola Bouquet Bunga di Kota Padang

Semangat transparansi dan pemerataan ini akan lebih elok apabila disertai dengan semangat akuntabilitas. Dalam prak knya, dak semua perusahaan memberikan kontribusi CSR dalam jumlah yang sebanding—bisa terjadi, yang menyumbang besar senyap sebaliknya yang menyumbang sekedarnya namun digembar-gemborkan seolah menjadi aktor utama nya, Ini perlu disikapi dengan pelaporan yang proporsional (akuntabilitas) kepada publik. Kita berharap para teknokrat ”dikabinet” caca (kakan/kaban/kadis) akan mengeksekusi azas tranparansi ini dengan baik, agar publik dapat menilai secara jernih siapa yang berkontribusi dan sejauh mana dampaknya bagi masyarakat.

Baca Juga  Ketika Suara Rakyat Menjadi Ritual: Refleksi atas Budaya Politik Simbolik di Indonesia

Ke ka ini dijalankan dengan niat yang lurus, aturan yang jelas, dan pengawasan yang terbuka, CSR ditangan Caca bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kepercayaan. ( ***)