Wawako Bukittinggi Ibnu Asis Buka Pelatihan Juleha

BUKITTINGGI – Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis membuka pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) kolaborasi peternak bersama Kita Bisa, Senin (4/5) di aula MUI Kota Bukittinggi.

Perwakilan Kita Bisa, Tomi menyampaikan Juleha merupakan lembaga yang membimbing tata cara penyembelihan sesuai syariat serta sertifikasi halal oleh BPJPH. Ia menegaskan pentingnya pelatihan ini agar praktik penyembelihan memenuhi standar kehalalan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami teori dan praktik penyembelihan halal, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperoleh sertifikat Juleha, serta memastikan setiap proses penyembelihan benar-benar sesuai dengan ketentuan syariat,” ujarnya.

Baca Juga  Walikota Bukittinggi Cek Terakhir Persiapan Pedati ke-12

Ketua MUI Kota Bukittinggi Aidil Alfin menjelaskan, prinsip konsumsi sesuai syariat ditujukan untuk seluruh manusia. Aspek halal mencakup jenis hewan serta tata cara penyembelihan sekaligus menekankan pentingnya kebersihan, kesehatan hewan dan keberlanjutan, termasuk imbauan untuk tidak menyembelih hewan betina produktif.

“Pentingnya keseimbangan antara pengalaman dan teori dalam penyembelihan halal. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya terampil, tetapi juga memahami metode yang benar dan mampu mengajarkannya secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan Juleha oleh Kita Bisa. Kegiatan ini dinilai positif dan bermanfaat, khususnya bagi masyarakat di bidang peternakan, di tengah masih terbatasnya ketersediaan Juleha yang baru mencapai sekitar 50 % dari kebutuhan nasional.

Baca Juga  Gandeng Warga Bukittinggi, Bawaslu Maksimalkan Pengawasan Pemilu lewat P2P

“Keberadaan Juleha memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan pariwisata halal, baik di tingkat kota maupun provinsi. Kami berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan,” ujarnya. (gdo)