BATUSANGKAR – Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Tanah Datar mendapat dukungan dan perhatian besar dari Wakil Menteri Pertanian(Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi meluncurkan program ini.
Wamentan, Sabtu (13/8) sengaja datang ke Batusangkar untuk meluncurkan program bantuan asuransi pada Petani ini di gazebo Indojolito.
Dihadapan Bupati Eka Putra dan pejabat Pemkab, Wamentan mengatakan
program dari pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian Republik Indonesia sangat sinkron dengan Program Unggulan (Progul) Pemkab Tanah Datar.
“Untuk Tanah Datar sendiri sebanyak 2000 hektar lahan pertanian dan 2000 Ekor ternak diasuransikan melalui Jasindo Pusat, kami ucapkan terimakasih pada Bupati atas berjalanya Progul ini,” ucapnya.
Sementara, Bupati Eka Putra mengatakan Pemkab sangat berterimakasih pada Wamentan yang sudah mengunjungi Tanah Datar.
“Kami berharap pada petani agar bisa terbantu dan bisa memakmurkan seluruh petani yang ada di tanah Datar dimana majunya petani, bisa menunjang program unggulan kami,” terusnya.
Kedatangan Wamen ke tanah Datar bisa membuat angin surga bagi petani terutama di daerah ini.
Dimana sebanyak 1.657 hektar sawah petani di Tanah Datar akan diasuransikan dalam program AUTP.
AUTP ini merupakan program unggulan Pemkab Tanah Datar di sektor pertanian yang tengah dilaksanakan.
Menurut Bupati, hingga kemarin jumlah lahan pertanian yang sudah terdata untuk diasuransikan berjumlah 1.657 hektare sawah.
Dengan rincian yang sudah diupload berjumlah 936 hektare, 247 hektare yang sudah disetujui jasindo, 250 hektare menunggu persetujuan dan 439 data verifikasi perbaikan.
“Mudah-mudahan dalam dua minggu kedepan target kita 2000 hektare lahan pertanian ini bisa terealisasi,” tandasnya.
Ia mintak melalui petugas di nagari juga melalui penyuluh di kecamatan mengintensifkan agar menyampaikannya informasi tersebut ke masyarakat.
“Pendaftarannya gratis, tanpa diminta biaya sepeserpun. Tapi syaratnya petani harus tergabung dalam kelompok petani,” lanjutnya.
Dikatakan, program ini diberikan melihat
Pertanian padi dihadapkan pada resiko ketidakpastian cukup tinggi, antara lain kegagalan panen disebabkan perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serangan hama hingga menyebabkan kerugian pada petani. (ydi)












