Upacara Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah di Dharmasraya Berlangsung Khidmat

Suasana Upacara Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah ke-27 di halaman Kantor Bupati Dharmasraya.

PULAU PUNJUNG – Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah ke-27 di halaman Kantor Bupati Dharmasraya berlangsung khidmat,  Selasa, (02/05/22). Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan langsung berpindak sebagai Inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta sambutan Menteri Dalam Negeri.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto, Kapolres AKBP Nurhadiansyah, Dandim 0310/SSD, Letkol Inf Endik Hendra Sandi, Kajari Dodik Hermawan, Ketua Pengadilan Negeri Pulau Punjung, Purnomo Wibowo, Ketua Pengadilan Agama, M. Rifa’i, Sekda, Adlisman para staf ahli bupati, asisten, mahasiswa, pelajar SD, SMP, SMA, TNI, Polri dan peserta upacara lainnya

“Selama tiga tahun terakhir, perubahan besar terjadi di sekitar kita. Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hajar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya. Sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat.

Baca Juga  Jorong Tabek Pulau Punjung Cegah DBD dengan Pengasapan

Lanjut bupati, para guru sekarang berlomba-lomba untuk berbagi dan berkarya dengan hadirnya platform merdeka mengajar. Selain itu, guru-guru yang dulu diikat berbagai peraturan yang kaku sekarang lebih bebas berinovasi di kelas dengan hadirnya kurikulum merdeka.

Sejalan dengan kurikulum merdeka yang menekankan pembelajaran mendalam untuk mengembangkan karakter dan kompetensi, seleksi masuk perguruan tinggi negeri pun sekarang focus pada mengukur kemampuan literasi dan bernalar.

Pada jenjang perguruan tinggi, adik-adik mahasiswa yang dulu hanya belajar teori didalam kelas, sekarang bisa melalang buana mencari pengetahuan dan pengalaman di luar kampus dengan hadirnya program program kampus merdeka.

“Dari segi pendanaan, pencairan langsung dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan bantuan operasional pendidikan (BOP) ke sekolah dan pemanfaatannya yang lebih fleksibel telah memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan perluasan program beasiswa, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruantinggi sekarang jauh lebih terbuka. Dukungan dana untuk mendanai riset juga telah melahirkan begitu banyak inovasi yang bermula dari kolaborasi,” jelasnya.

Baca Juga  Loka POM Dharmasraya Gelar Sosialisasi Registrasi Pangan Olahan

“Mari kita semarakkan hari ini dengan semangat untuk meneruskan perwujudan merdeka belajar, mendidik generasi pelajar pancasila yang cerdas berkarakter. Dan membawa Indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan,” tegasnya.

Sementara sambutan Menteri Dalam Negeri yang dibacakan oleh bupati, diketahui tujuan otonomi daerah pada hakekatnya adalah pemberian sebagian besar kewenangan. Khususnya kewenangan konkuren yang diberikan kepada daerah. Dengan dilaksanakannya otonomi daerah, system pemerintahan yang awalnya pada masa orde baru bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Namun bukan merupakan desentralisasi penuh melainkan desentralisasi sebagian.
(ron)