Opini  

Tradisi Makan Bajamba di Minangkabau

Makan bajmba. (rri)

Oleh Windri Liraturahma
Mahasiswa jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas

Makan bajamba berarti makan yang di lakukan secara bersama – sama dalam satu wadah . Tradisi ini bukan sekadar tentang memakan makanan bersama, tetapi menjadi nilai sosial, kebersamaan dan menghormati adat istiadat. Makan bajamba mempunyai makna sebagai mempererat hubungan sesama, memperkuat solidaritas dan menekankan identitas budaya Minangkabau.

Asal – usul dan Makna

Makan bajamba merupakan tradisi yang berasal dari kebudayaan Minangkabau di Sumatera Barat.Tradisi makan bajamba telah ada sejak zaman nenek moyang dan turun- temurun sampai sekarang sebagai bentuk kebersamaan masyarakat Minangkabau.Makan bajamba di lakukan setelah kegiatan pertemuan adat, upacara keagamaan dan musyawarah.

Makan bajamba menyimbolkan persatuan, gotong royong,dan kebersamaan.Tradisi ini mengajarkan pentingnya saling berbagi, semua orang yang hadir, makan bersama – sama duduk bersila di atas lantai dengan wadah yang sama, tanpa melihat status sosial. Makan bajamba mengandung filosofi kebahagiaan dan kemakmuran akan lebih mudah di capai ketika dilakukan bersama – sama.

Di dalam makan bajamba, para tamu duduk bersila sekitar 4 sampai 6 orang mengelilingi jamba yang isinya lauk- pauk. Ketika makan bajamba semua orang makan menggunakan tangan tidak boleh menggunakan sendok atau alat makan yang lain, sehingga mencerminkan kesetaraan para tamu.

Makan bajamba mempunyai makna mendalam yang mengajarkan tentang:
Kebersamaan: Semua orang duduk sama datar dan tidak melihat status sosial.
Kesederhanaan: Makanan di makan tidak terlalu banyak dan dengan rasa bersyukur.
Gotong – royong: dari persiapan sampai makan bajamba di lakukan secara bersamaan – sama.
Penghormatan: dalam makan bajamba mempunyai aturan siapa yang boleh makan lebih dulu, yang lebih tua biasanya di dahulukan ketika makan bajamba.

Makan bajamba di lakukan ketika ada acara tertentu saja:

Acara adat : Pengangkatan penghulu dan pernikahan adat
Maulid Nabi Muhammad SAW: Bajamba di acara maulid nabi di Minangkabau di kenal sebagai acara inti.
Hari Raya : Idul Fitri dan Idul Adha
Batagak penghulu: diangkatnya seseorang menjadi pemimpin adat yang baru.
Kegiatan sosial: Gotong- royong dan penyambutan tamu penting.

Baca Juga  Memilih Gubernur Minang, Biar Bisa Jadi Menteri

Makan bajamba di beberapa daerah juga menjadi bagian promosi budaya di sebuah festival pariwisata. Ketika makan bajamba kita harus memperhatikan adab dan etika biasanya pembacaan doa bersama untuk mengawali mulainya makan bajamba, semua orang bebas duduk dimana pun, biasanya berkelompok dan berdasarkan usianya.

Sebelum makan dan sesudah makan bajamba kita harus mencuci tangan terlebih dahulu tetapi kita harus menunggu aba- aba dari tokoh adat untuk memulai makan.Mengambil makan secukupnya dari bagian terdekat kita duduk dan tidak menjangkau yang jauh. Tidak boleh berbicara ketika sedang makan. Menghormati orang lain dalam satu jamba. Setelah selesai makan kita tidak boleh mencuci tangan terlebih dahulu kita harus menunggu tokoh adat atau orang tua- tua mencuci tangan nya terlebih dahulu, karena ini menunjukkan bahwa kita menghargai para orang tua dan saling berterimakasih untuk mengucapkan rasa syukur.

Makanan yang di hidangkan dalam makanan bajamba biasanya makanan yang biasa di masak pada umumnya yang kaya akan bumbu dan rempah – rempah. Yang pertama ada randang. Randang menjadi makanan khas Minangkabau yang berbahan daging sapi menggunakan banyak bumbu.ayam pop, ayam kampung yang di rebus kemudian di goreng dan di sajikan dengan sambal khas.Dendeng balado, terbuat dari daging sapi yang di tambah sambal merah pedas. Sambal ijau: sambal yang di buat dengan cabai hijau segar. Sayur nangka : Gulai nangka muda yang di masak dengan santan.Ikan asam padeh : ikan yang di masak dengan cabai ditambahi air khas Minangkabau.Semua makanan di sajikan di sebuah talam besar, kemudian nasi putih di bungkus daun pisang di letakkan di tengah. Selain makanan berat, makanan pelengkap di sediakan di dalam Jamba seperti kerupuk, lapek bugih, galamai dan berbagai jenis kue tradisional lainnya.

Baca Juga  Kesedihan Van Gogh yang Panjang

Di zaman modern ini makan bajamba terus dilestarikan dalam masyarakat Minangkabau. Banyak para perantau yang tinggal dan merantau di luar daerah Sumatera Barat sering mengadakan makan bajamba untuk menjaga tali persaudaraan. Tradisi ini tidak banyak di kenalkan sesama orang minang saja tetapi juga banyak acara di minangkabau yang mengenalkan makan bajamba kepada wisatawan dan mancanegara tidak sekedar merasakan makanan minang, tetapi juga merasakan langsung nilai- nilai yang terkandung dalam tradisi ini.

Di Sumatera Barat mempunyai beberapa restoran tradisional dan menyediakan paket makan bajamba , lengkap dengan pakaian tradisional Minangkabau dan dekorasi ala rumah gadang, dan membuat pengunjung merasakan suasana yang autentik .Pentingnya menjaga esensi makan bajamba, karena nilai filosofis tentang kebersamaan, penghormatan,dan kesederhanaan harus tetap di hidupkan dalam setiap pelaksanaannya.

Makan bajamba lebih dari sekadar makan bersama, hal ini merupakan cerminan dari masyarakat Minangkabau yang mendahulukan persatuan, gotong – royong ,dan penghormatan antar sesama. Dalam setiap suapan nasi dan lauk tersimpan kisah yang panjang tentang adat, budaya, dan nilai- nilai luhur yang di wariskan secara turun-temurun.

Karena zaman semakin modern,makan bajamba menjadi pengingat betapa berharganya momen kebersamaan dan pentingnya menjaga adat istiadat kita sebagai identitas budaya.Semoga kita semua dapat melestarikan tradisi makan bajamba sampai besok- besok.Tidak hanya di Minangkabau semua orang mencintai nilai – nilai luhur warisan leluhur.

Dengan menjaga dan melestarikan makan bajamba, masyarakat tidak sekedar merawat warisan leluhur, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan dalam sebuah komunitas.Tradisi ini menjadi cerminan kearifan lokal yang harus di banggakan dan terus di lestarikan untuk generasi selanjutnya. (r)