Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Keltan Rumah Batu Gagas Produksi Pupuk Organik

  • Bagikan
Kelompok Tani Rumah Batu, Nagari Matua Mudiak sedang memperlihatkan proses produksi pupuk organik kepada anggota DPRD Sumbar, Ismunandi Sofyan dan Camat Matur.(Asrial Gindo)

AGAM – Kelompok Tani Rumah Batu, Nagari Matua Mudiak Kecamatan Matua Kabupaten Agam gagas produksi pupuk organik untuk meningkatkan hasil produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pupuk organik dapat menyuburkan tanah secara alami, selain itu juga dapat meningkatkan hasil produksi hasil pertanian, sehingga kesejahteraan petani juga akan meningkat, sebab kalau tanah sudah subur tentu hasil produksi pertanian akan semakin meningkat, karena itulah kita menggagas untuk memproduksi sendiri pupuk organik itu,”ujar Luthfi Ketua kelompok Tani Rumah Batu kepada Singgalang, Rabu (24/11).

Dikatakanya, selama ini masyarakat banyak yang menggunakan pupuk kimia untuk mempercepat pertumbuhan tanamanya.

Namun dampak dari penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dan jangka panjang akan dapat merusak kesuburan tanah itu., karena tidak semua pupuk kimia itu akan habis terserap oleh tanaman. Sehingga ssa pupuk kimia didalam tanah itu bisa membuat tanah menjadi padat dan menghilangkan kesuburanya.

“Jika tanah tidak lagi subur tentu akan mempengaruhi hasil produksi tanaman itu,”ujarnya

Sedangkan menggunakan pupuk organik selain dapat mengembalikan kesuburan tanah, juga dapat mengurangi biaya produksi, karena bahan baku pupuk organik itu sangat murah dan bisa diperoleh dari alam disekitar.

Menyikapi hal itulah pihaknya dari kelompok Tani Rumah Batu menggagas dan memproduksi sendiri , pupuk organik atau nutrisi, pestisida nabati dan agen hayati yang dibutuhkan,”ujar Luthfi yang juga didampingi ibu Endang selaku sekretaris kelompok Tani Rumah Batu.

Dijelaskan Luthfi, pupuk organik yang sudah diproduksi oleh kelompok tani rumah batu antara lain untuk Rizobahteria dengan membuat bahteri Asam laktat, Pupuk Organik atau nutrisi dengan membuat Ubi Potas, Pupuk Kalium, agen hayati dengan membuat jamur Trico dan Mikoriza. Selanjutnya pestisida nabati ia membuat Pesnab Entje, wientje, Lintje untuk mengatasi organisme penggangu tanaman.

Tujuanya untuk menggagas produksi pupuk organik itu agar aktivitas pertanian di nagari matua mudiak kususnya dan kecamatan matua pada umumnya dapat lebih ramah lingkungan.

“Kita hanya ingin membangkitkan semangat urang matua untuk mengembangkan pertanian organik,,menanam tanaman secara organik akan mengguntungkan petani itu sendiri ,ujar Endang menambahkan

Menurut Endang menanam tanaman padi, sayuran dan tanaman lainya dengan pupuk organik sudah ia lakukan sendiri dan hasilnya malah melebihi dari menggunakan pupuk kimia.

“Pupuk organik yang diproduksi oleh kelompok Tani rumah batu ini juga sudah diakui oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian ,”ujarnya .

Tak hanya itu melihat keberhasilan kelompok tani rumah batu memproduksi pupuk organik dan mengembankan pertanian ramah lingkungan itu, sejumlah kelompok tani lain juga sangat tertarik dan sudah menjalin kerjasama dengan kelompok tani rumah batu.

Saat ini sudah ada beberapa kelompok tani yang sudah bekerjasama dengan kita untuk mengembangkan pertanian ramah lingkungan itu, seperti kelompok tani Matur Mudik, kelompok tani Lawang dan beberapa kelompok tani lainya.

Keberhasilan kelompok Tani Rumah Batu menggagas produksi pupuk organik juga mendapat dukungan dari Anggota DPR RI, Hj Nevi Zuairina dan PT Semen Padang.

Bahkan kelompok tani ini salah satu kelompok tani di kabupaten Agam yang mendapatkan bantuan CSR Program Insidentil tahap II dari PT Semen Indonesia. Bantuan itu diserahkan langsung oleh anggota DPR RI Hj Nevi Zuairina dan Kepala Unit CSR PT Seman Padang, Ronal Tamrin beberapa waktu lalu. (gindo)

  • Bagikan