Padang  

Tabligh Akbar di Masjid Al Quwait, Rp24 Juta Santunan Disalurkan untuk 60 Anak Yatim

PADANG – Masjid Al Quwait, Kelurahan Banuaran Nan SS, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang bekerjasama dengan Rumah Gadang Basamo (RGB) Alumni SMA 1 Padang tamatan 1987 serahkan bantuan Pendidikan Peduli Anak Yatim, Senin (31/1).

Sebanyak Rp 24 juta dana yang terkumpul dari donatur tersebut, dibagikan untuk biaya pendidikan 60 anak yatim yang ada Kelurahan Banuaran Nan XX dan sekitarnya.

Koordinator Jumat Berkah Berbagi (JBB) Masjid Al Quwait, Herwaty Taher mengatakan masing-masing anak yatim menerima bantuan uang tunai sebanyak Rp 400 ribu. Jumlah ini ujarnya, jauh meningkat dibanding Semester 2 Akhir Desember tahun 2020 yang hanya berjumlah Rp 7 juta. Sedangkan Semester 1 di Juni 2021 berjumlah Rp 12 juta.

“Kita berharap, dana itu bisa dipergunakan untuk biaya pendidikan, seperti membeli LKS yang memang dibebankan pada anak. Kedepan, kita menargetkan terkumpul Rp 30 juta dengan penerima juga bertambah,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah dan tokoh masyarakat yang memenuhi masjid dengan kapasitas 200 orang ini.

Herwaty Taher yang juga Seksi Hubungan Sosial dan Kemasyarakatan Masjid Al Quwait ini menambahkan program penyerahan bantuan pendidikan peduli anak yatim ini berlangsung setiap semester.

Selain, itu ada program tahun dalam bentuk penyerahan bantuan untuk kaum dhuafa jelang idul fitri. “Ini sudah berjalan jelang Idul Fitri 1442 H kemarin, dengan penyerahan total uang Rp 9 juta ditambah paket sembako,” ujarnya.

Juga ada Juga ada Jumat Berkah berbagi (JBB) bersifat mingguan, yang diserahkan ba’da Shalat Jumat di Masjid Al Quwait ini. Selain bantuan uang, juga ada snack dan nasi dari para donatur. Baik UMKM maupun perorangan dari sekitar Masjid Al Quwait. Juga ada, penyaluran tas sekolah, buku, pakaian dan lain-lain.

Sedangkan Penanggung Jawab JBB, Saribulih menambahkan, lahirnya program JBB berawal dari kepedulian pada anak yatim di Banuaran dan sekitarnya di luar panti asuhan. “Awalnya dari diskusi lepas antara saya dengan Herwaty Taher,” ujarnya.

“Saat itu, ada pengusaha yang baru bangkit dari keterpurukan ingin berbagi rezeki untuk anak yatim. Herwaty yang dulunya wartawan saya di Tabloid Publik, telepon saya. Maka saya ajak dan langsung dia setujui untuk berbagi saja dengan anak yatim yang ada di Banuaran ini,” ujarnya.

“Usai penyerahan santunan yang pertama itu, Herwaty mengaku mereka ada perkumpulan Rumah Gadang Basamo yang terdiri para alumni SMA 1 Padang tamatan 1987. Maka saya usulkan, program ini berlanjut dan dilakukan setiap ba’da Shalat Jumat. Bak gayung bersambut, Herwaty menyambut baik. Makakami sepakat untuk memberi nama program ini dengan Jumat Berkah Berbagi atau JBB,” ujar praktisi pendidikan ini.

Saribulih menambahkan program JBB terus dikembangkan dengan menggandeng beberapa lembaga dan perorangan. “Selain RGB kita juga berupaya mendapatkan sumber lain. Bahkan beberapa lembaga yang ikut membantu diantaranya, Dompet Dhuafa Singgalang, Laznas Rumah Yatim dan Jaringan Pemred Sumbar. Malahan sampai saat ini, salah satu keluarga yang baru kehilangan sumber pencari nafkah terus dibantu dan dibina oleh Laznas Rumah Yatim,” ujarnya