Solsel dan Pasbar Lepas Status Daerah Tertinggal

Nasrul Abit. (*)

PADANG-Dua kabupaten di Sumbar masing-masing Solok Selatan dan Pasaman Barat lepas dari status daerah tertinggal pada 2019. Kini tinggal Kabupaten Kepulauan Mentawai diproyeksikan bisa keluar pada 2020.

Kepastian dua kabupaten itu terentas dari tertinggal setelah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengeluarkan SK Nomor 79 tahun 2019 tentang Penetapan Keluar dari Daerah Tertinggal.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, menyebutkan dengan lepasnya dua kabupaten itu dari daerah tertinggal berkat kegigihan dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat, serta koordinasi yang tidak terputus dengan provinsi.

“Ini tidak lepas dari upaya kita bersama dalam menyelesaikan dan memenuhi sejumlah indikator agar dua kabupaten itu keluar dari status daerah tertinggal,”sebutnya didamping Sekda Pasaman Barat dan Sekda Solok Selatan dalam jumpa pers, Kamis (1/8).

Baca Juga  Pemko Payakumbuh Luncurkan Sistem Pembayaran Pajak Lewat QRIS Dinamis

Sejumlah program dilaksanakan secara terpadu untuk mengurangi aspek-aspek ketertinggalan diantaranya melalui peningkatan sarana dan prasarana pelayanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, transportasi telekomunikasi, informasi dan koneksitas, dan juga meningkatkan kemandirian masyarakat desa melalui pemberdayaan.

Kerja keras dan pantang menyerah itu, menurut Nasrul, kini membuahkan hasil manis dengan terentaskannya dua kabupaten dan daerah tertinggal.

Namun, kerja belum selesai karena daerah yang terentaskan dari ketertinggalan itu tetap akan dilakukan pembinaan oleh lembaga pemerintah hingga tiga tahun ke depan.

Berdasarkan data Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengeluarkan SK Nomor 79 tahun 2019 itu, bersama Solok Selatan dan Pasaman Barat ada 60 kabupaten lain yang berhasil dientaskan dari 2015-2019.

Sekarang menurut Nasrul hanya ada satu kabupaten lagi yang masih menyandang status tertinggal di Sumbar yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Baca Juga  Reses Empat Pimpinan DPRD Padang, Serap Aspirasi Warga dari Infrastruktur hingga Pembinaan Sepak Bola

Namun, ia yakin pada 2020 daerah tersebut juga bisa terentaskan dari ketertinggalan, terutama dengan partisipasi aktif daerah dan pusat.

“Tahun depan kemungkinan akan ada tambahan infrastruktur jalan di Mentawai sehingga seluruh daerah bisa terhubung. Ini penting untuk pemerataan pembangunan berbagai bidang,” katanya.

Diakuinya ada sejumlah program pemerintah pusat khusus untuk pembangunan daerah tertinggal. Meski keluar dari status daerah tertinggal, tidak serta merta mengurangi porsi dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk dua daerah tersebut.

“Saya tidak setuju dengan alasan daerah tertinggal kita mengejar anggaran pusat. Untuk itu kita butuh kiat tersendiri untuk meraih dana pusat itu,”katanya. 104