Padang  

Ribuan Ayah dan Ibu Hadiri Wisuda Anaknya di UNP

PADANG – Ribuan orang tua mahasiswa, wali, adik, kakak, suami dan istri menghadiri wisuda di UNP, Ahad (18/12).

Mereka duduk dengan nyaman di tribune auditorium. Sementara para wisudawan duduk tertib di ruang utama, dengan toga hitam legam yang bertengger di kepala masing-masing.

Masa kuliah mereka selesai dan ditandai dengan digesernya jambul yang menjuntai di kening kiri ke kanan.

Seorang mahasiswa yang ikut wisuda menyebut, orang tuanya ada dalam ruangan. Ia memegang kipas angin kecil untuk kesejukkan wajahnya.

Gadis ini sudah di mendadani dirinya sejak pukul 05.00 pagi. Ia bangga bisa diwisuda.

Yang diwisuda, mahasiswa program doktor, magister, sarjana dan diploma. Dan Rektor UNP Prof Genefri dengan berwibawa menyapa semua mahasiswa dan orang tua mahasiswa.

Mahasiswa UNP kata dia berjumlah 51 ribu. Mereka kost di perumahan sekitar kampus. Ratusan miliar uang mahasiswa berputar dalam derau waktu. Hari ke hari.

Menurut Genefri pada Ahad diwisuda 1984 mahasiswa. Mereka semua akan menyerbu lapangan kerja.

Orasi Dirut Semen Padang

Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar Datuk Tamangguang Basa didaulat untuk memberikan orasi ilmiah. Ia menyebut, kemitraan perseroan dengan masyarakat Sumbar sudah berjalan amat lama.

Ia mengemukakan, Semen Padang sedang menggalakkan penanaman pohon kaliandra untuk pengganti batubara dan gas sebagai bahan bakar. Tiap bulan butuh 20 ribu ton.

Konservasi ikan bilih juga sudah dilakukan sehingga membuang anggapan bilih akan punah. Semen Padang sudah melepas bilih hampir 10 ribu bibit ke Singkarak.

Sejak 2012 kata Asri Semen Padang telah membuka pintu untuk magang bersertifikat. Tiap tahun terus diminati.

Antara UNP dan Semen Padang diadakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) lagi. Sebelumnya sudah pernah tapi sudah habis masa waktunya.

Wisuda pada Ahad itu, merupakan wisuda pertama tatap muka seusai Covid-19 yang mengerikan itu. Dari Semen Padang hadir komisaris Khairul Jasmi serta pejabat-pejabatnya, Iskandar Lubis, Trisandi dan Nur Anita Rahmawati. (001)