,

Prabowo 85,95% Jokowi 14,05%

oleh -1.286 views
Petugas saat memperlihatkan hasil perolesan suara partai dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perehan Suara Pemilu 2019 di Hotel Pangeran, Minggu (12/5).(rahmat zikri)

PADANG-Sempat molor, rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilpres 2019 di tingkat Provinsi Sumatera Barat selesai. Pasangan Prabowo-Sandi menang telak 85,95%, sedangkan Jokowi-Ma’ruf 14,05%

Prabowo-Sandi memperoleh suara 2.443.451. Sementara pasangan Jokowi-Amin mendapat 399.352. Proses rekap berlangsung lebih lama dari jadwal. Semula dijadwalkan selesai Jumat (10/5), namun molor dua hari akibat banyaknya kesalahan data.

“Banyak yang harus diperbaiki, sehingga agak molor,” kata Komisioner KPU Sumbar, Izwaryani, kepada wartawan, Minggu (12/5).

Dalam pleno akhir, Capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi tercatat menyapu kemenangan di 18 dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Satu-satunya kekalahan Prabowo-Sandi hanya di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Di daerah itu, Prabowo-Sandi mendapat 18,3% atau 9.211 suara berbanding suara Jokowi-Amin sebanyak 41.116 atau 81,7%.

Dalam catatan yang dilihat detikcom di lokasi rekapitulasi tingkat Provinsi Sumatera Barat di Pangeran Beach Hotel Padang, kemenangan telak Prabowo-Sandi ada di Kota Pariaman dengan 91,8 persen dengan 47.042 suara. Sementara Jokowi-Amin hanya memperoleh 4.200 suara.

Kemenangan diatas 90 persen juga didapat Prabowo-Sandi di tiga daerah lainnya, yakni Kabupaten Solok dengan 91,3 persen (188.198 suara) berbanding 8,7 persen (17.865 suara), Kabupaten Padang Pariaman dengan 90,4 persen (193.899 suara) berbanding 9,6 persen (20.587 suara), serta di Kabupaten Agam dengan 90,1 (231.561 suara) berbandimg 9,9 persen (25.520 suara).

Perolehan suara Prabowo kali ini melebihi perolehan suara di Pilpres 2014. Saat itu, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Radjasa memperoleh 76,9 persen atau 1,797,505 suara, sementara Jokowi-Jusuf Kalla mendapatkan 23,1 persen atau 539,308 suara.

KPU Sumbar akan membawa hasil pleno ke KPU-RI di Jakarta untuk rekap secara nasional.

Dalam catatan akhir, total pemilih yang menyalurkan aspirasinya 2.882.256 atau di atas 79 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mencapai 3.735.864.

Molor

Proses rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Sumatera Barat itu sudah molor dua hari dari jadwal. Rekap molor karena persoalan pencatatan data yang tidak sinkron dan bertele-tele.

Menurut jadwal, seharusnya sudah selesai pada Jumat (10/5) lalu, namun hingga Minggu (12/5), proses rekap masih berlangsung alot.

Molornya jadwal rekap ini diakui Komisioner KPU Sumbar, Izwaryani. Hal ini disebabkan banyaknya rekapitulasi di tingkat kabupaten yang dihentikan. “Ini memang keluar dari jadwal semula,” kata Izwaryani kepada detikcom.

Beberapa daerah yang sempat dihentikan adalah Kabupaten Solok, Pasaman Barat, Tanah Datar, Pasaman, 50 Kota dan Kota Payakumbuh. “Masih banyak yang belum sinkron sehingga harus dihentikan,” jelas dia.

Penghentian itu juga sesuai dengan rekomendasi Bawaslu Sumatera Barat. “Masih banyak temuan kejanggalan dan perbedaan data dalam berita acara,” kata Komisioner Bawaslu Sumbar, Vifner.

Selain bawaslu, beberapa saksi partai juga menyampaikan keberatan terkait dengan perbedaan data dalam berita acara yang sedang dibacakan tersebut. Dari 19 kabupaten kota di Sumatera Barat, masih ada 2 daerah lagi yang belum menyelesaikan rekapitulasi, yakni 50 Kota dan Payakumbuh. (411)

Loading...