Pasar Padang Baru Lubuk Basung Ditutup, Pedagang Kalang Kabut

  • Whatsapp
Lapangan SMP 1 Lubuk Basung berubah jadi pasar. (khudri)

LUBUK BASUNG – Adanya seorang tenaga medis terpapar covid 19 Puskesmas Lubuk Basung, Rabu (5/5), Pemkab Agam menutup Pasar Padang Baru Lubuk Basung, mulai Kamis (9/5). Puluhan pedagang terutama kebutuhan harian kalang kabut mencari tempat lain menggelar dagangannya.

Pasar Padang Baru Lubuk Basung adalah pasar dua kali seminggu yakni Kamis dan Ahad. Dua pasar lainnya di Lubuk Basung adalah Pasar Usang hari Rabu dan Pasar Balai Selasa hari Selasa.

Bacaan Lainnya

Para pedagang itu memindahkan lapak lapak mereka ke jalan raya M.Hatta yang cukup lebar, tapi dilarang juga oleh petugas.

Petugas keamanan terdiri dari polisi Polres Agam, Satpol dan Dinas Perhubungan memblokir akses masuk pasar dari empat jurusan. Pedagang yang sudah terlanjur membawa barang dagangannya ke dalam pasar diperintahkan oleh petugas untuk keluar.

“Sempat ada ribut, intinya kami menyampaikan bahwa kami tidak diberi tahu sebelumnya, barang dagangan sudah dibeli,” kata Wat, pedagang sayur.

Dari beberapa pedagang yang ditanyai mengatakan mereka paham kondisi saat ini, karena itu mereka bersedia diarahkan.

“Kami minta kami jangan dilarang larang, tapi arahkan lah kami, misalnya bolehkan menggelar lapak di jalan raya M. Hatta yang terbentang dari Padang Baru sampai ke Simpang Tiga,” kata Hen, pedagang ayam potong.

Menurut Hen, dalam kondisi sekarang ini pemerintah hendaknya arif dan iba kepada rakyat. Untuk itu carikan solusinya sehingga sama -sama selamat.

“Kami mengerti phsycal distancing itu, kalau di pinggir jalan raya itu pedagang diatur dibuatkan pembatas dengan mengecat aspal itu jarak jarak 5 meter,” kata Hen.

Kini puluhan pedagang meramaikan lapangan sepak bola di SMP 1 Lubuk Basung Lansano. Para pembeli pun ramai ke sana, kemudian terbentuk pula kerumunan baru.

“Harusnya kan di atur dan diarahkan, nah yang begini kan sama saja memindahkan lokasi transmisi ke Lansano” kata seorang pengunjung.

Pedagang pakaian olah raga Medrial yang ditanya mengatakan sudah menutup tokonya sejak pagi. “Hanya mendengar isu pasar akan ditutup, tapi pedagang daging kabarnya sudah diberi tahu, saya tidak,” katanya.

Karena Medrial menyayangkan cara cara penertiban seperti ini. Pertama katanya, tak dispensasi atas kerugian jual beli. Kalau penjual pakaian, bulan puasa inilah jualan yang akan ada untungnya.

Kedua kata Medrial yang mengaku rugi penghasilan hariannya sebanyak Rp.300 ribu perhari solusi tak ada, harusnya ada solusi. “Kalau kami dilarang, berilah kami kompensasi, kalau tidak kompensasi, arahkan kami berjualan di jalan raya, kapan perlu di depan kantor bupati itu,” kata Medrial.

Penutupan Pasar Padang Baru tanpa solusi ini menandakan kepanikan Pemerintahan Kabupaten Agam menghadapi covid 19. Seharusnya tidak panik seperti ini, aspirasi pedagang minta diarahkan berdagang di jalan Hatta itu adalah solusi terbaik. “Kan sudah ada di Pulua PunjungDharmasraya,” ujar Medrial. (M.Khudri)

Pos terkait