BATUSANGKAR – Setelah sekian lama terhenti, akhirnya alek tradisi pacu jawi di Luak Nan Tuo kembali digelar.
Hamparan sawah Siadaulu Jorong Mandaliko Nagari Labuah Kecamatan Lima Kaum menjadi sawah pacuan hingga empat kali pelaksanaan ke depan.
Ratusan pasang jawi pacuan turun ke sawah pacuan, dan disaksikan banyak penggemar dengan memadati hamparan sawah Siadaulu kemarin.
Kadis Parpora Tanah Datar Abdul Hakim, saat membuka alek ini mengatakan bahwa tradisi pacu telah menjadi warisan budaya tak benda, dan kian menjadi kebanggaan anak nagari.
“Alek tradisi anak nagari ini telah sekian lama dinantikan anak pacu, penggemar, wisatawan dan fotografer,” kata Abdul Hakim didampingi Forkopimca Limo Kaum.
Dikatakan, alek pacu jawi mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menyaksikan langsung karena memiliki keunikan dan daya pikat kultural.
“Keunikan kultural pacu jawi terletak pada penilaiannya, dimana sapi bagus adalah mampu berlari lurus, bukan yang tercepat sehingga ajang ini jauh dari perjudian,” ucap Kadis.
Menurutnya, digelarnya alek ini mendatangkan beragam manfaat bagi masyarakat setelah terhenti hampir dua tahun akibat pandemi Covid-19. Sebagai budaya tradisi harus dipertahankan, wadah silaturahmi, mampu meningkatkan perekonomian dan sebagai hiburan hingga meningkatkan harga jual sapi.
Sementara Wali Nagari Labuah Edi Neldi Khatik Muncak Rajo mengatakan, tradisi alek anak nagari ini sudah sekian dirindukan, atas dukungan bersama kembali digelar dengan tetap menerapkan Prokes.
“Tentu kebanggaan, karena Nagari Labuah menjadi lokasi pertama sekaligus sebagai tempat pembukaan alek pacu jawi tahun ini,” timpal Edi.
Ia berharap kerjakeras anak Nagari Labuah berbuah manis, dan bisa mengharumkan nama Nagari Labuah kemana -mana sampai ke luar negeri hingga tiga kali pelaksanaa ke depan. (ydi)












