Operasi Caesar, Belgian Blue Lahir di Padang Mangateh

oleh
Petugas BPTU Padang Mengatas memperagakan sapi belgian blue, yang lahir lewat operasi caesar beberapa hari lalu. Bobot sapi ini baru lahir, menembus 60 kilogram. (Muhammad Bayu Vesky)

SARILAMAK – Tim medis kehewanan Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) HPT Padang Mengateh, Limapuluh Kota, berhasil melahirkan sapi raksasa jenis Belgian Blue, dengan cara operasi caesar.

“Bobotnya hampir 60 kilogram,” kata Irwandi, Kepala BPTU HPT Padang Mengatas, Jumat (5/10). Sapi berukuran “raksasa” dengan postur tubuh berotot dan berkotak-kotak mirip postur binaraga itu, negara asalnya, Belgia.

Kelahiran ‘”Sapi Ade Rai” pertama di Pulau Sumatera ini, menandai suksesnya transfer embrio sapi yang mirip dengan program bayi tabung pada manusia.

“Sudah banyak sapi-sapi di sini lahir dengan berat di atas 50 kilogram. Tapi, Puti Folon (nama sapi Belgian Blue), punya tulang pinggul dan kepala yang besar, disertai dengan ukuran leher dan tengkuk yang lebar. Sehingga kelahirannya berlangsung melalui operasi caesar atau bedah sesar” kata Irwandi.

Irwandi menyebut, proses bedah sesar untuk persalinan sapi, normalnya bisa dilakukan oleh satu dokter hewan dengan dibantu satu atau dua paramedik. Tapi, Puti Folon bukan sapi biasa. Perlakuan terhadapnya dan terhadap induknya yang merupakan sapi Simmental dari Australia, terbilang lebih ‘istimewa’.

Paling tidak, saat Puti Folon lahir, ada dua dokter hewan dan dua paramedik yang menangani langsung. Yakni, drh Fatri Alhadi, drh Darwis, Sumitro, dan Andri Yopi.

Selain keempat pegawai BPTU-HPT Padangmengatas ini, kelahiran Puti Folon dikawal Irwandi bersama dua pegawai Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Jawa Barat, serta ahli bedah sesar sapi yang dimintai bantuan oleh Kementerian Pertanian, yaitu drh. Asep dari Pulau Jawa.

Puti Folon memang sapi istimewa. Meski induknya memiliki ras Simmental asli Australia. Namun ‘si gembul’ ini terlahir dengan ras asli Belgian Blue. Sapi Belgian Blue adalah ‘sapi raksasa’ hasil perkawinan sapi perah Freisian Hosltein yang kini banyak dikembangkan di Belanda, dengan sapi Durham Shorthorn dari Inggris.

“Konon, Belgian Blue ini adalah hasil rekayasa genetika yang dilakukan selama hampir dua ratus tahun. Dilakukan berkali-kali kawin silang, hingga akhirnya ditemukan Belgian Blue. Sapi ini punya bobot besar. Bahkan beratnya mencapai dua ton. Tubuhnya berkotak-kotak mirip binaragawan. Makanya, sapi ini juga disebut sebagai sapi Ade Rai,” ujar Irwandi dan drh Darwis.

Ukuran sapi Belgian Blue yang teramat jumbo, membuat Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan-RI), kepincut menggembangkan sapi jenis ini di Tanah Air.

“Kita kembangkan sapi Belgian Blue ini untuk mewujudkan swasembada daging,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berada di Situjuah, Limapuluh Kota, Selasa lalu (2/10). (bayu)

 

Loading...