MTQ Medan Ditutup, Sumbar Tuan Rumah 2020

oleh
Gubernur Irwan Prayitno menerima bendera pataka tuan rumah MTQ ke 28 tahun 2020 dari Menag Lukman Hakim Syaifuddin, Jumat (12/10) malam di Medan. (ist)

MEDAN – Kementerian Agama akhirnya mengumumkan Sumatera Barat (Sumbar) menjadi tuan rumah perhelatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28 pada 2020 mendatang.

Penunjukan itu disertai dengan seremoni penyerahan bendera MTQ dari Menteri Agama Lukman Hakim Syaifunddin kepada Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno pada seremoni penutupan MTQ Nasional di astaka utama jalan Wiliem Iskandar, Medan Jumat (12/10) malam.

Sahnya Sumbar menjadi tuan rumah sendiri setelah dibacakannya surat keputusan penunjukan tuan rumah MTQ ke-28.

Atas penunjukan itu, Gubernur Irwan Prayitno mengaku bersyukur. Karena akan berdampak bagi masyarakat Sumbar nantinya.

“Kita sudah siap, dengan ini nanti Sumbar akan dikujungi ribuan orang,”katanya.

Dikatakannya, MTQ Nasional dilangsungkan di Sumbar pada 23 Mei 1983. Sudah 35 tahun, sudah pantas, untuk kembali jadi tuan rumah pada 2020.

Rencananya penyelenggaraannya digelar di Kota Padang dan Padang Pariaman. Untuk seremoni pembukaan dan penutupan dilaksanakan di Stadion Utama Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, yang telah bertahap dibangun dan ditargetkan tuntas 2020. Sementara kegiatan perlombaan dilaksanakan di sejumlah masjid yang ada di Kota Padang dan Padang Pariaman.

Di Kota Padang sekarang terdapat 214 masjid yang layak untuk pelaksanaan perlombaan MTQ Nasional. Untuk penginapan kamar hotel di Padang mencapai 3 ribu lebih. Dengan 1 hotel bintang 5, 3 hotel bintang empat dan 4 bintang tiga dan 15 bintang dua. Selain itu ada 15 objek wisata yang layak mendukung MTQ tersebut.

Penunjukan Sumbar tuan rumah disambut baik Ketua Lembaga Tilawatil Quran (LPTQ) Sumbar, Damri Tanjung. Menurutnya LPTQ akan bantu Sumbar mensukseskan MTQ nantinya.

“Kita sangat mendukung atas kepercayaan ini,”katanya.

Pada penutupan MTQ Medan, Wakil Presiden Kusuf Kalla berpesan,

Menurutnya, dari jumlah cabang makin banyak diperlombakan menunjukan minat baca Alquran terus berkembang. Ada kemajuan ilmu agama berkembang dengan baik, tidak hanya teknologi.

MTQ membawa hikmah bagi semua umat. Diminta andil besar, ulama, ustadz dan ustadzah membesarkan kehidupan beragama yang moderat, ukhuwah yang menjadi ciri Islam bangsa ini.

“Marilah syiarkan membaca Alquran dengan syahdu,”sebutnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, mengatakan dengan MTQ, syiar suara Alquran agar terus mengumandang.

MTQ dapat melahirkan kesadaran terdalam mencintai Alquran dan mengamalkan di masyarakat. Tumbuhkan iklim umat beragama yang baik.

“Nilai-nilai agama dapat amalkan dalam kehidupan. Sejatinya nilai-nilai berbangsa dan beragama sesungguhnya saling menopang,”katanya

Suksesnya MTQ dapat memantapkan kegiatan revolusi mental. Karena bangsa ini butuh energi baru untuk merawat keberagaman. (yose)

 

Loading...