Lapas Perempuan Pekanbaru Gandeng Kemenag untuk Penguatan Pembinaan Warga Binaan

 

PEKANBARU – Dalam upaya meningkatkan pembinaan bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pekanbaru menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru, Senin (10/2/2025).

Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pembinaan keagamaan kepada warga binaan sebagai bekal mereka dalam kembali ke masyarakat.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Pekanbaru, Abdul Wahid, yang hadir mewakili Kakan Kemenag, mengapresiasi kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan komitmen Kemenag dalam memberikan bimbingan agama kepada masyarakat, termasuk warga binaan di Lapas.

“Program pembinaan ini melibatkan para penyuluh agama yang akan memberikan pengajaran keagamaan bagi warga binaan, agar mereka lebih siap menghadapi kehidupan setelah menjalani hukuman,” ujar Abdul Wahid.

Baca Juga  Polres Bukittinggi Ungkap Peredaran Narkoba di Lapas, Libatkan Oknum Pegawai

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Sri Astiana, menyampaikan harapannya agar kerja sama ini semakin memperkuat koordinasi antara Lapas dan Kemenag dalam menjalankan program pembinaan keagamaan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Kemenag Pekanbaru, khususnya para penyuluh agama yang telah berkomitmen membimbing warga binaan kami. Dengan adanya pembinaan ini, kami berharap mereka dapat lebih memahami nilai-nilai keagamaan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Sri Astiana mengungkapkan bahwa saat ini jumlah warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru mencapai 438 orang.

Baca Juga  Pertama di Sumbar, Lapas Kelas IIA Padang miliki Dapur Higienis

Berkat pembinaan yang berkelanjutan, banyak dari mereka yang kini mulai terbiasa menjalankan ibadah dengan lebih baik, seperti shalat tahajud dan belajar fardu kifayah.

Selain dengan Kemenag Pekanbaru, Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kwarcab Pramuka Kota Pekanbaru dan Dinas Perpustakaan dan Arsip.

Sinergi ini diharapkan mampu memberikan bekal yang lebih luas bagi warga binaan, baik dalam aspek keagamaan maupun keterampilan lainnya, sehingga mereka dapat lebih siap untuk berintegrasi kembali ke masyarakat setelah bebas nanti.(*)