Opini  

Kontribusi Kapal PELNI Gerakan Roda Perekonomian dan Konektivitas di Wilayah 3TP Melalui Tol Laut

TINJAU - Komisaris Utama PT PELNI (Persero) Ali Masykur Musa meninjau langsung kondisi pelayanan KM Sanus 68 di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Senin (1/5). (pelni.co.id)

 

 

Hendri Nova
Wartawan Topsatu.com

Rinai turun di Pelabuhan Siberut Kepulauan Mentawai, mengiringi kedatangan KM Sabuk Nusantara (Sanus) 68. Perlahan kapal merapat ke dermaga, diiringi petugas dermaga yang berlarian di tengah rintik hujan.

Setelah kapal bersandar dengan baik, satu persatu penumpang turun dengan melindungi kepala dengan benda apa saja, dari dampak terkena langsung rintik hujan. Hanya beberapa gelintir penumpang saja yang turun dengan payung.

Penumpang yang telah selesai mengambil barang bawaannya, segera berlari-lari kecil mencari tempat yang teduh. Mereka kemudian sibuk menghubungi keluarganya melalui panggilan telepon atau sekedar berkirim pesan dari aplikasi di media sosial, agar segera dijemput di dermaga.

Sementara itu, anak buah kapal tampak kembali sibuk, setelah semua penumpang tujuan Siberut turun. Anak buah kapal dengan gerak cepat membersihkan kursi dan ruangan yang akan ditempati warga Siberut yang ingin ke Tua Pejat sampai yang ingin ke pulang ke Padang melalui Teluk Bayur.

KM Sanus 68 memang memulai rute perjalanannya dari Teluk Bayur – Labuhan Bajau – Sikabaluan – Muara Saibi – Siberut – Mabukkuk – Tua Pejat – Penasahan – Teluk Bayur. Warga Kepulauan Mentawai harus menyesuaikan diri dengan jadwal KM Sanus 68 yang berlayar menuju daerah mereka yang memang masuk ke dalam daerah kategori tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP).

“Saya selalu menunggu KM Sanus 68 karena alasan ongkos yang murah. Bagi kita para pedagang, biaya yang dikeluarkan sangat terikat dengan harga barang. Makin mahal ongkos, maka harga barang yang kita jual akan terkena imbas,” kata Ruli, salah seorang pedagang di Pulau Siberut.

Ia mengatakan, dari Siberut ia membawa hasil bumi yang bisa dijual di Kota Padang. Baik berupa rempah-rempah, ikan kering, maupun pesanan spesial pelanggan lainnya.

“Bagi mitra dagang saya yang ingin membeli sagu khas Siberut, atau membeli talas kualitas tinggi asal Mentawai, mereka tinggal kirim pesan sama saya, nanti akan saya belikan di sini. Begitu saya belanja barang ke Padang sambil silaturrahmi dengan keluarga, saya bisa membawakan pulang pesanan mereka sekalian,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Meri, pedagang lainnya. Sejak ada KM Sanus 68, dia lebih senang belanja langsung ke Padang, ketimbang minta dikirimkan saja.

“Soalnya kalau kita belanja langsung, kita jadi tahu ada produk baru yang baru tersedia. Sementara kalau minta dikirim langsung, produknya jelas tidak update,” ungkapnya.

Apa yang dikatakan dua pedagang ini, benar adanya karena harga tiket yang dibanderol KM Sanus 68 jelas terjangkau. Komisaris Utama PT PELNI (Persero), Ali Masykur Musa, seperti dikutip dari pelni.co.id, saat meninjau langsung kondisi pelayanan KM Sanus 68 di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Senin (1/5/2023) mengungkapkan, harga tiket tergolong sangat murah, sesuai dengan jarak yang ditempuh.

Baca Juga  Yang Rajin dan Vokal yang tak Terpilih

“Untuk jarak yang sangat jauh harga tiket dibandrol seharga Rp24.500 dan jarak terdekat seharga Rp14.500. Jelas harga tiketnya sangat murah dan sangat terjangkau oleh masyarakat,” katanya.

Meski harga tiket murah, pihaknya memastikaan layanan yang diberikan bagus, awak kapalnya yang ramah, kapal yang bersih, jaminan keselamatan dengan fasilitas pendukung di saat darurat, dan lainnya.

“Pokoknya sangat bagus, dan sangat dibutuhkan untuk melakukan pelayaran ke Mentawai,” ujar Ratna, penumpang lainnya.

Menurut Ali Masykur Musa, hingga saat ini PELNI melayani 42 trayek Kapal Perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP. Di mana Kapal Perintis menyinggahi 273 pelabuhan dengan total 3.495 ruas.

Dengan logo baru beserta tagline baru “We Connect, We Unify”, PELNI yakin sukses besar sudah berada di depan mata.

Apalagi visi dan misi PELNI saat ini yang ingin menjadi perusahaan pelayaran dan logistik maritim terkemuka di Asia Tenggara, butuh identitas diri yang mampu menunjang transformasi besar yang sudah dilakukan dan masih terus berlangsung.

Bertabur Kepercayaan

Tidak hanya mendapatkan kepercayaan tinggi dari masyarakat Indonesia, PELNI juga mendapatkan kepercayaan tinggi dari lembaga milik negara. Terbaru PELNI mengantongi kontrak pengangkutan barang berharga milik negara dengan Bank Indonesia (BI) ke seluruh Indonesia. Kerjasama ini berlaku hingga tahun 2026 nanti.

Direktur Utama PELNI, Tri Andayani seperti dikutip dari kontan.co.id mengatakan, bahwa kerjasama ini semakin memperkuat peran strategis PELNI dalam perekonomian nasional, yaitu turut serta memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan uang di seluruh Indonesia, hingga ke daerah 3 TP (Tertinggal, Terluar, Terdepan dan Perbatasan).

“Ini merupakan peran PELNI sebagai Perusahaan BUMN yang berperan sebagai agen pembangunan yang memiliki komitmen dalam kemajuan dan pemerataan ekonomi di Indonesia,” ujar Tri dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kontan, Jumat (12/7/2024).

Ini bukan kali pertama Pelni melayani kontrak pengangkutan BI. Sejak tahun 2015, Pelni telah mengangkut 2.400 kontainer barang berharga milik negara.

“Direncanakan dari Juni 2024 hingga Desember 2026 akan mengangkut 1.366 kontainer,” tambahnya.

Asal tahu saja, selain memburu kontrak pengangkutan, tahun ini Pelni juga merencanakan penambahan 02 unit kapal pengangkutan. Perusahaan pelat merah ini tengah mengajukan permintaan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2,5 triliun.

Nantinya armada baru tersebut akan digunakan untuk melayani rute public services obligation (PSO) yang ditugaskan pemerintah. Saat ini, ada sekitar 12 kapal milik PELNI yang sudah berusia diatas 30 tahun. Kondisi ini berpotensi pada aspek keselamatan penumpang dan strategi efisiensi perusahaan.

Baca Juga  Antara Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wartawan

Ekonomi Bertumbuh

Berkat keberadaan PELNI, pertumbuhan perekonomian di daerah 3TP juga terus menanjak naik. Dikutip dari antara.com, Walikota Baubau, Sulawesi Tenggara, La Ode Ahmad Monianse menyebut bahwa peran PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dalam pertumbuhan perekonomian sangat signifikan bagi daerah itu.

Menurut Ahmad Monianse, letak Baubau yang memiliki garis perairan yang laut lebih luas, menjadikan aktifitas armada kapal memberikan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi khususnya sektor jasa perhubungan.

“Kota Baubau tidak punya, dibandingkan dengan kota lain yang mempunyai tambang, punya aspal, punya nikel. Kota Baubau hanya mengandalkan sektor jasa karena sektor jasa yang paling kuat. Olehnya itu, peran Pelni di dalam membangun kebesaran Kota Baubau ini tidak bisa dipungkiri,” ujarnya.

Menurut Walikota Ahmad Monianse, kurang lebih 38 tahun, hampir tidak ada lagi pulau-pulau yang tidak tersambung oleh jalur-jalur PELNI.

Sementara Tri Andayani menyebutkan bahwa salah satu dampak transformasi bagi Perusahaan adalah laba konsolidasi (Audited) Tahun 2022 yang meningkat sebesar 423,3% dibandingkan tahun
2021.

Disamping itu, skor Penerapan Good Corporate Governance (GCG) mengalami kenaikan dan berada pada skor 86,29 dengan kategori “Sangat Baik”. PELNI juga mendapatkan predikat sebagai “Badan Publik Informatif” dari Komisi Informasi Pusat dengan skor 97,35 dari skala 100.

Selain kinerja bisnis yang meningkat, kepercayaan Pemerintah kepada PELNI semakin besar yang ditunjukkan dari serangkaian penugasan seperti angkutan mudik gratis sepeda motor, perbantuan angkutan penyeberangan Ciwandan – Panjang (PP) dan yang terbaru akomodasi terapung di Labuan Bajo untuk menyukseskan acara
kenegaraan KTT ASEAN.

“Kami bangga dapat mendukung penugasan Pemerintah dan disaat yang bersamaan kami juga harus mengembangkan strategis bisnis, khususnya di bidang logistik untuk memperbesar posrsi bisnis komersial kami,” tambah Anda.

Kedepannya, diharapkan peran PELNI dalam membangun konektivitas di wilayah 3TP semakin meningkat dan semakin profesional. Hal dikarenakan kontribusi kapal PELNI dalam menggerakan roda perekonomian melalui tol laut, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Berkat PELNI, masyarakat di wilayah 3TP jadi merasakan kesamaan haknya mendapatkan layanan transportasi terbaik dari pemerintah, selancar transportasi saudara mereka yang tinggal di daratan. Hubungan mereka dengan sanak saudara di daratan menjadi lancar, dimana laut tak lagi menjadi halangan besar untuk bertemu.

Dengan adanya kapal PELNI, diharapkan masyarakat di wilayah 3TP semakin produktif, karena pemasaran produk mereka kini juga bisa merambah pemasaran di daratan. Berkat kapal PELNI, ketimpangan pembangunan akan terjawab, dimana masyarakat di wilayah 3TP, kini juga bisa memiliki dan mewujudkan impiannya seperti saudara mereka yang berada di perkotaan. Jayalah PELNI di lautan. (*)