Lubuk Basung – Gerakan Guru Inspiratif di Agam Akan menjadi ujung tombak dalam rangka mewujudkan Sekolah Penggerak. Sekolah Penggerak adalah program Menteri Pendidikan RI Nadiem Makariem, dimana kabupaten Agam menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota di Sumbar.
Hal itu dikatakan oleh Kadis Pendidikan Drs H.Isra Amir M.Pd dalam sambutannya pada acara Silaturrahmi Komunitas Guru Inspiratif (KGI) di aula Dinas Pendidikan Agam Minggu (21/2) ini. Acara itu dirangkai dengan pelatihan menulis dengan nara sumber Firdaus Abie, Pemred Rakyat Sumbar.
Kegiatan ini merupakan kegiatan awal KGI Agam yang baru saja terbentuk dengan inisiator wartawan dan sastrawan Pinto Janir dan pengamat pendidikan Drs. H. M.Khudri M.Pd. KGI ini baru beranggotakan 20 orang dengan ketua Drs. Dita Wedia M.Si.
Isra mengatakan, ada 3 hal yang menonjol dari program Mas Menteri, penghapusan ujjan akhir sekolah, penghapusan Ujian Nasional dan penyederhanaan administrasi guru. “Itu adalah bentuk konsep Merdeka Belajar, kemudian dilanjutkan dalam bentuk Sekolah Penggerak ” kata Isra.
Karena untuk mewujudkan konsep Merdeka Belajar , keberadaan Komunitas Guru Inspiratif adalah sangat strategis.
“Guru guru yang tergabung dalam KGI adalah guru guru penggerak, mereka termasuk guru yang berada di garis depan dalam program Merdeka Belajar dalam wujud Sekolah Penggerak ” ulasnya.
Sekolah Penggerak di Indonesia diujicobakan untuk 111 kabupaten /kota di Indonesia. “Agam terpilih disamping Padang, Tanah Datar dan 50 Kota sebagai percontohan Program Sekolah Penggerak ini.
Guru Penggerak itu tentunya adalah guru yang kreatif, inovatif dan Inspiratif dan mengenangkan. “Guru Inspiratif, guru yang mampu melahirkan ide dan gagasan pikiran” tambahnya.
Guru Inspiratif di Agam kata Isra, sebenarnya sudah dicanangkan tiga tahun lalu, Gerakan Agam Menulis, sudah beberapa orang guru yang mendapat penghargaan. “Hendaknya jangan mula mulanya ini saja, berkelanjutan ” katanya.
Berkaitan dengan kondisi saat ini, era pembelajaran digital, ternyata berubah menjadi pemberian setumpuk tugas kepada anak didik. “Sekarang pembelajaran berubah menjadi penyiksaan kepada anak didik , bagaimana kita menyikalinya sekarang” tambah Isra. (M.Khudri)












