PULAU PUNJUNG – Jumlah hewan kurban pada Idul Adha tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024, lalu. Berdasarkan laporan yang diterima Pemkab Dharmasraya, jumlah hewan kurban 2025 tercatat sebanyak 1.241 ekor, terdiri dari 1.089 sapi, 36 kerbau, dan 123 kambing. Pada tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban mencapai 1.492 ekor, dengan rincian 1.110 sapi, 15 kerbau, dan 367 kambing.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani menyampaikan hal itu sesaat sebelum pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 Hijiriah di Masjid Agung Dharmasraya, Jumat (6/6/2025). Walinagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan juga menyampaikan hal serupa ketika membacakan naskah sambutan bupati sebelum melaksanakan Shalat Iddi Masjid Raya Babussallam.
Bupati Annisa mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai refleksi diri untuk meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial.
“Allah SWT lebih mencintai amalan ibadah kurban. Semoga kurban mendekatkan kita kepada Allah dan meningkatkan kecerdasan sosial dalam membantu sesama,” katanya.
Di Masjid Agung Dharmasraya, yang bertindak sebagai imam adalah Ustaz Dolizal Putra. Sementara Ketua Pengurus Masjid Agung setempat Prof. Dr. Hasan Zaini menyampaikan khutbah.
Dalam khutbahnya, Prof. Hasan Zaini menyampaikan tema “Tiga Ibadah Serangkai: Haji, Umrah, dan Kurban”. Ia menekankan bahwa ketiga ibadah tersebut merupakan bentuk ketaatan dan pengorbanan kepada Allah SWT, serta memiliki nilai spiritual dan sosial yang tinggi.
“Ibadah haji dan kurban pada Hari Raya Idul Adha merupakan wujud kepatuhan manusia sebagai hamba. Tunaikan apa pun yang Allah perintahkan meskipun harus mengorbankan harta kesayangan dan hanya satu-satunya. Dua ibadah ini bisa melahirkan kesalehan spiritual dan sosial,” ujar Prof. Hasan Zaini.
Kemudian, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Dharmasraya, H. Masdan, menyampaikan pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini berlangsung di 174 titik pada Jumat (5/6/2025). 5 titik pada Sabtu, dan 4 titik pada Minggu. Ia mengimbau masyarakat untuk saling menghormati perbedaan hari pelaksanaan salat Idul Adha.
“Masyarakat harus menyikapi dengan saling menghormati perbedaan hari pelaksanaan shalat Id,” pungkasnya. (roni )












