Jangan Ada Lagi Aroma Jengkol dan Petai di Toilet Rumah Makan

oleh -898 views
Wagub Nasrul Abit bersama stakeholder terkait foto bersama usai Nngobrol Santai Wisata Halal, Jumat (24/5) di Aula Nan Tongga Bank Indonesia Sumbar. Ist

PADANG-Kebersihan toilet di masing-masing rumah makan di Sumbar kembali menjadi perhatian pemerintah provinsi dalam meningkatkan potensi pariwisata daerah ini. Pasalnya hingga saat ini banyak toilet rumah makan yang berbau dan tak sedap dipandang.

Itu diungkapkan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit dalam kegiatan “Ngobrol Santai Wisata Halal” di Aula Nan Tongga Bank Indonesia Sumbar, Jumat (24/5).

“Jangan sampai aroma jengkol dan petai masih tercium di toilet rumah makan. Ini harus menjadi perhatian pemilik rumah makan. Apalagi selama Lebaran nanti, akan banyak perantau yang pulang kampung,” sebut Wagub.

Disebutkannya, kebersihan toilet mencerminkan bersih atau tidaknya sebuah rumah makan. Begitu juga dengan kehigienisan masakan yang dimasak di rumah makan juga harus diperhatikan pemilik rumah makan.

“Toilet sebuah rumah makan apalagi restoran harus sesuai standar nasional dan pariwisata. Kalau toilet bersih pasti orang nyaman ketika makan. Sebaliknya, ketika mendapati toilet berbau, selera makan pasti akan hilang. Wisatawan untuk kedua kalinya pasti enggan datang ke rumah makan itu lagi,” terang Wagub.

Agar toilet selalu bersih, maka sebut Wagub, pemilik makan harus menyediakan petugas khusus yang menjaga toilet setiap saat. Kondisi ini pasti memberi kenyamanan bagi setiap pengunjung.

Untuk standar makanan yang sehat, mulai tempat memasak yang higienis, peralatan dan lainnya juga harus diperhatikan pemilik rumah makan. Tim kesehatan harus turun untuk menyosialisasikannya.

“Makanan atau masakan yang dijual juga harus sesuai standar kesehatan dan halal secara Islam,” ulasnya.

Sementara, terkait Wisata Halal Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, kembali mengingatkan kabupaten dan kota serta pengiat wisata didaerah untuk mengembangkan program tersebut sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

Dikatakan Wagub, Nasrul Abit, dengan wisata halal yang diterapkan di Sumbar, maka perlunya standar operasional untuk di hotel dan rumah makan yang ada di daerah. Kemudian, memiliki sertifikasi.

“Setiap hotel kita mesti ada standar operasionalnya, apalagi kita kembangkan wisata halal, terutama pelayanannya dengan pakaian pegawai hotel yang muslimah. Lalu, untuk standar rumah makan dari segi memasak dan bahan makannya,” katanya.

Untuk itu, pihak hotel dan rumah makan mesti mempersiapkan ini dengan segera, dari segi sarana dan prasarana dalam mewujudkan wisata halal ini.

“Jika diperbaiki dengan segera segala hal yang menunjang wisata halal ini akan meningkatkan kunjungan didaerah. Apalagi wisatawan dari luar yang berkunjung pasti ingin merasakan wisata halal,” tuturnya.

Disebutkannya, dari target 100 persen hingga 2019 ini, pencapaian wisata halal di Sumbar yang diterapkan baru berkisar diangka 50 persen.

“Maka target ini mesti dicapai segera agar wisata halal ini benar-benar terealisasi sepenuhnya, untuk itu secara berangsur-angsur wisata halal mesti disiapkan terutama restoran atau hotel berbintang,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian mengungkapkan, kegiatan pesona ramadhan merupakan upaya Pemprov Sumbar dalam membranding Sumbar sebagai wisata halal. Apalagi Sumbar telah meraih penghargaan wisata halal dunia pada tahun 2016 lalu.

“Agar wisata halal ini menjadi branding mendunia, maka kita akan melakukan gerakan dengan berbagai kegiatan dan standar sarana prasarananya secara internasional,” pungkasnya. (107)

Loading...