Padang  

Inovasi Teknologi Digital Jasa Marga Tingkatkan Pengalaman Berkendara di Jalan Tol yang Lancar, Aman dan Nyaman

Penulis: Hendri Nova (Wartawan Topsatu.com)

Dok jasa marga.(*)

Satu pekerjaan baru bisa dinyatakan berhasil mencapai hasil yang diinginkan, jika ada pihak-pihak yang mengakui hasil pekerjaan itu, dengan indikator penilaian yang jujur dan bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi jika dinilai oleh lembaga yang capable dan memiliki reputasi baik, maka hasil penilaiannya tentunya akan berdampak sangat signifikan.

Tentu juga akan menjadi sangat membanggakan, jika pengakuan itu terkait dengan inovasi yang dilakukan. Itu berarti, inovasi tersebut memberikan dampak yang sangat hebat, bagi sasaran-sasaran yang telah ditargetkan.

Pengakuan itulah yang kini diterima PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang berhasil meraih tiga penghargaan di ajang TOP Digital Awards 2023, yang diadakan oleh Majalah ItWorks bekerjasama dengan sejumlah asosiasi IT & TELCO Indonesia, pada Senin (04/12).

Ketiga penghargaan yang diterima Jasa Marga yakni TOP DIGITAL Implementation 2023 #4 Star, TOP Leader on Digital Implementation 2023 yang dipersembahkan kepada Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti dan TOP CIO on Digital Implementation 2023 yang dipersembahkan kepada Information Technology Group Head Jasa Marga Gandes Aisyaharum.

Dalam siaran pers Jasa Marga (5/12), Lisye Octaviana Corporate Communication & Community Development Group Head menyampaikan, Penghargaan ini diraih oleh Jasa Marga untuk pengembangan inovasi teknologi digital, khususnya dalam meningkatkan pelayanan operasional jalan tol milik Jasa Marga Group.

Hadir secara langsung mewakili manajemen Jasa Marga sebagai penerima penghargaan Direktur Teknologi Informasi PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), Shandy Maulana Haris, Information Technology (IT) Senior Expert Jasa Marga, Randy Prasetia Putra dan Advisor IT PT JMTO, Raina Stefani Budi.

Shandy menjelaskan, sebagai upaya dalam mengoptimalkan pelayanan bagi pengguna jalan untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lancar, aman dan nyaman, Jasa Marga berkomitmen untuk mengembangkan inovasi berbasis teknologi, khususnya untuk operasional dan pemeliharaan jalan tol.

“Kami mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas apresiasi yang diberikan kepada Jasa Marga. Tentunya sebagai market leader di industri jalan tol, Jasa Marga terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi berkelanjutan untuk mendukung proses bisnis perusahaan dalam melayani pengguna jalan dengan optimal. Salah satunya diwujudkan melalui implementasi teknologi Intelligent Transport System (ITS),” ujar Shandy.

Shandy menambahkan, ITS berfungsi mengelola pelayanan lalu lintas jalan tol sekaligus menjadi sumber pusat informasi lalu lintas yang terintegrasi dan terus ditingkatkan melalui super-app Jasamarga Integrated Digitalmap (JID). JID dioperasikan di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang salah satunya berfungsi untuk menyampaikan informasi kepada pengguna jalan.

Lebih lanjut Shandy menjelaskan, fitur berbasis ITS yang digunakan di JMTC juga dapat diakses oleh pengguna jalan melalui Mobile Apps Travoy, dengan fitur terbaru Push Notifications Event Lalu Lintas, Mulai Perjalanan dan Chat-Bot WhatsApp sehingga dapat meningkatkan informasi real time yang diberikan kepada pengguna jalan.

“Seluruh implementasi dari teknologi ini sangat membantu Jasa Marga dalam menentukan strategi layanan operasional selama saat masa-masa lonjakan volume kendaraan, seperti saat arus mudik dan balik libur Lebaran tahun ini, serta nantinya pada momen libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru,” tutup Shandy.

Ketua Penyelenggara sekaligus CEO Madani Solusi Internasional (MSI Group), M. Lutfi Handayani menyampaikan, TOP DIGITAL Awards merupakan kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan tahunan tertinggi di Indonesia, yang diberikan kepada Perusahaan dan Instansi Pemerintahan, yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan teknologi digital, untuk meningkatkan kinerja, layanan, inovasi dan daya saing bisnisnya serta optimalisasi layanan kepada masyarakat maupun konsumennya.

“Penilaian dalam awarding ini meliputi aspek Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Implementasi Teknologi Digital dan Infrastruktur Pendukung Teknologi Digital. Keberhasilan implementasi dan pemanfaatan Teknologi Digital di perusahaan/ instansi pemerintahan tentu dapat meningkatkan citra dan kepercayaan konsumen dan mitra bisnis Perusahaan,” ujar Lutfi.

Tahun ini TOP Digital Awards 2023 mengangkat tema ‘IT Governance and Cyber Security in Innovation of Business and Services’. Ajang ini juga merupakan upaya untuk mendorong adanya inovasi-inovasi baru digital, terutama mendukung akselerasi transformasi digital di Indonesia sebagai kesiapan dalam memasuki era Industry 4.0 dan era Society 5.0 serta memberikan referensi dan rekomendasi kepada perusahaan-perusahaan dan lembaga pemerintahan di Indonesia, tentang solusi teknologi digital yang bermanfaat untuk peningkatan kinerja, daya saing, dan layanan pelanggan/publik.

Fakta Jasa Marga

Jasa Marga memang tak kenal henti dan terus berkelanjutan dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi, untuk mendukung proses bisnis Perusahaan dalam memberikan pelayanan yang maksimal dan berkesan, pada pengguna jalan dan pemangku kepentingan terkait.

Jasa Marga dengan inovasil terbarunya, telah melakukan enhancement teknologi digital yang dapat memantau, mengevaluasi dan memberikan rekomendasi terkait kebijakan pengaturan lalu lintas kepada pemangku kepentingan dan akses informasi yang lebih mudah dan terkini kepada pengguna jalan.

“Jasa Marga sebagai operator jalan tol pertama di Indonesia yang mengimplementasikan Intelligent Transportation System (ITS) terus mengembangkan sistem ini melalui super-app Jasamarga Integrated Digitalmap (JID) yang digunakan oleh Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) untuk menjawab kebutuhan dalam pengelolaan pelayanan jalan tol yang terintegrasi sekaligus menjadi sumber dari pusat informasi lalu lintas,” ujar Direktur Utama Jasa Marga, Subakti Syukur, Sabtu (29/4/2023), seperti dikutip dari cnbcindonesia.com.

Baca Juga  HMMPS Pindo UBH Sukses Menggelar Diskusi Interaktif: Sastra dan Kriminalitas

Menurut Subakti, super-app JID sendiri merupakan perwujudan sistem ITS yang memiliki berbagai fungsi yakni:

Advanced Traffic Management System (ATMS) untuk memantau kondisi dan situasi lalu lintas melalui peta digital yang terintegrasi dengan seluruh peralatan informasi dan komunikasi di seluruh ruas jalan tol Jasa Marga. Sistem ini didukung dengan 1.900 CCTV yang tersebar di setiap 500 meter di ruas jalan tol, 65 analytics CCTV, 52 traffic counting dan jaringan fiber optics.
Incident Management System (IMS) untuk memberikan notifikasi terkait gangguan lalu lintas,rekayasa lalu lintas dan kegiatan pemeliharaan jalan tol. Sistem ini didukung oleh 31 sensor dan 14 cctv untuk memantau water storage di area sekitar jalan tol, serta 3 anemometer untuk memantau kecepatan angin di Jalan Tol Bali Mandara.
Road Safety and Traffic Violation untuk memantau kendaraan yang melebihi batas atas kecepatan dan beban muatan yang melewati jalan tol, yang didukung oleh 26 Speed Camera dan 7 unit Weigh in Motion.
Electronic Toll Collection System untuk memantau transaksi gerbang tol secara real time.
Intelligent Tollroad Maintenance System (ITMS) untuk mengelola aset infratruktur dan pemeliharaan jalan tol, yang didukung oleh Hawkeye, kendaraan yang dilengkapi dengan perangkat khusus untuk mengumpulkan data teknis perkerasan jalan dan jembatan di ruas tol (ketidakrataan, kekesatan, dan kelendutan).
Advanced Traveler Information System (ATIS) untuk memberikan informasi mengenai kondisi lalu lintas dan rest area di jalan tol kepada pengguna jalan melalui 204 Dynamic Message Sign (DMS) yang tersebar di seluruh jalan tol Jasa Marga Group, One Call Center 14080, dan Aplikasi Travoy.
“Sistem tersebut mengintegrasikan seluruh peralatan informasi dan komunikasi di Jalan Tol Jasa Marga Group, yang menghasilkan data dan informasi yang kemudian dianalisa oleh sejumlah Expert Talent di Jasa Marga untuk dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pengambil keputusan. Hal ini yang membuat Jasa Marga menjadi operator jalan tol dengan sistem pengolah data lalu lintas jalan tol terlengkap dan terpadu di Indonesia,” jelas Subakti.

Subakti menjelaskan, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan terutama di tengah lonjakan volume lalu lintas yang jauh melebihi kapasitasnya pada periode libur Hari Raya Idul Fitri 1444H lalu, tahun ini Jasa Marga merekomendasikan berbagai strategi untuk mengoptimalkan kapasitas jalan tol yang ada dan distribusi lalu lintas untuk menghindari penumpukan kendaraan.

Untuk memantau kapasitas maksimal yang dapat ditampung di ruas jalan tol, Jasa Marga menggunakan teknologi counting digital berbasis Radar dan CCTV Analytic berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan memperhatikan standar yang disepakati yakni kecepatan minimum 40 Km/jam, kapasitas maksimum jalan tol dengan V/C ratio di bawah 0,8, masa transisi selama kurang lebih 2 jam, dan faktor keselamatan.

“Apabila volume kendaraan per jam mendekati kapasitas maksimal suatu segmen ruas jalan tol, maka sistem ini memberikan peringatan dini kepada petugas untuk dapat melakukan pengaturan lalu lintas. Hal inilah yang kami koordinasikan kepada stakeholder, khususnya kepada Kepolisian, sebagai pemegang diskresi atas langkah rekayasa lalu lintas,” terangnya.

Ia menambahkan, masing-masing gerbang tol pun telah memiliki indikator berupa volume lalu lintas setiap jam. Indikator ini akan terus dipantau selama tiga jam berturut-turut. Jika dalam tiga jam jumlah kendaraan melebihi batas maksimum indikator, maka akan mulai dipersiapkan rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow.

Tidak hanya saat pemberlakuan, jika lalu lintas sudah lengang, pantauan tiga jam berturut-turut ini juga kembali dilakukan sebelum pihak Kepolisian menghentikan rekayasa lalu lintas.

Informasi rekayasa lalu lintas dan kondisi lalu lintas terkini di Jalan Tol Jasa Marga Group tersebut dapat diterima oleh pengguna jalan, melalui sejumlah sistem informasi yang dikelola Jasa Marga untuk membantu mereka dalam merencanakan perjalanan. Subakti menambahkan, salah satunya dapat diakses pengguna jalan melalui aplikasi Travoy yang menyediakan informasi lalu lintas real time tidak hanya dari pantauan CCTV, namun juga melalui fitur terbaru Travoy yaitu event lalu lintas yang dilengkapi dengan push notification sehingga otomatis diterima tanpa membuka aplikasi Travoy terlebih dahulu.

“Fitur baru lainnya, yaitu fitur Chat Us. Dengan fitur ini, pengguna jalan akan diarahkan ke layanan pesan WhatsApp berbasis AI yang terintegrasi dengan JID. Untuk kebutuhan darurat, pengguna jalan memiliki pilihan untuk terhubung dengan Live Agent Call Center 14080,” ujar Subakti.

Subakti juga menyebutkan sejumlah inovasi lainnya yang dapat diakses oleh pengguna jalan di antaranya yaitu DMS berbasis Estimated Time Arrival (ETA) yang terintegrasi dengan Rest Area Management System (RAMS) sehingga dapat memberikan estimasi waktu perjalanan dan kapasitas rest area, hingga One Call Center 24 Jam Jasa Marga di nomor 14080.

Baca Juga  Sudah Tiga Titik, PDAM Padang Resmikan Lagi Spot Air Siap Minum 

Berkat prestasi yang gemilang ini, otomatis membuat Jasa Marga mengalami peningkatan kinerja positif Perseroan hingga kuartal III Tahun 2023, seperti dikutip dari kabarbumn.com.

Hingga Kuartal III tahun 2023, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) masih memegang posisi market leader di industri jalan tol Indonesia. Total panjang jalan tol Jasa Marga Group yang telah beroperasi sepanjang 1.260 KM merepresentasikan 47% panjang jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia.

Sementara itu, total konsesi jalan tol yang dimiliki oleh Perseroan di periode yang sama adalah sepanjang 1.736 KM di seluruh Indonesia. Jumlah konsesi ini termasuk penambahan konsesi terbaru yang diperoleh Perseroan yaitu Jalan Tol Akses Patimban sepanjang 37,05 KM yang dikelola oleh PT Jasamarga Akses Patimban (JAP).

Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga, Nixon Sitorus menjelaskan, Jasa Marga selaku Perusahaan BUMN pengelola jalan tol pertama dan terbesar di Indonesia saat ini memiliki 36 konsesi jalan tol, yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.

Pengelolaan konsesi jalan tol ini, kata Nixon, dilakukan oleh Induk Perusahaan untuk 9 ruas jalan tol, Sub Holding sebanyak 13 ruas jalan tol dan Anak Perusahaan sebanyak 14 ruas jalan tol.

“Selain itu, Jasa Marga juga memiliki 3 Anak Perusahaan Service Provider yang berfokus pada bisnis pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol yaitu PT Jasamarga Tollroad Operator, PT Jasamarga Tollroad Maintenance dan PT Jalantol Lingkarluar Jakarta serta 1 Anak Perusahaan di bisnis prospektif yaitu PT Jasamarga Related Business,” ujarnya.

Nixon mengungkapkan, Jasa Marga berhasil mempertahankan kinerja positif hingga Kuartal III Tahun 2023 yang sejalan dengan peningkatan volume lalu lintas jalan tol Jasa Marga Group.

Peningkatan kinerja positif Perseroan tercermin dari pencapaian Pendapatan Usaha sebesar Rp11 Triliun atau tumbuh 7,7% yang merupakan kontribusi dari kinerja Pendapatan Tol sebesar Rp9,8 Triliun yang meningkat 5,1% dari Kuartal III Tahun 2022, serta kontribusi kinerja Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp1,2 Triliun atau naik 34,8% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Realisasi EBITDA Perseroan juga meningkat, yaitu mencapai Rp6,8 Triliun, meningkat 5,7% dari Kuartal III Tahun 2022 dengan realisasi EBITDA Margin mencapai level 62,1% di tengah pengoperasian ruas-ruas jalan tol baru dan peningkatan mobilisasi masyarakat yang menjadi katalis positif atas kenaikan volume lalu lintas Perseroan,” tambahnya.

Selain itu, Perseroan mencatat total aset Perseroan sebesar Rp124,9 Triliun dan membukukan Laba Bersih sebesar Rp5,97 Triliun hingga Kuartal III Tahun 2023, dimana sebesar Rp4,1 Trilliun dari Laba Bersih merupakan dampak dari pemenuhan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 22 tentang Kombinasi Bisnis sehubungan konsolidasi kembali PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) melalui akuisisi saham PT Lintas Marga Jawa (LMJ) oleh PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) di bulan Juli 2023.

Nixon menjelaskan, pada tanggal 27 Juli 2023, PT JTT melakukan pembelian kembali (buyback) unit penyertaan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) Mandiri Infrastruktur Ekuitas Transjawa (MIET) pada PT JSB, PT JSN dan PT JNK.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk meraih penghargaan di ajang ESG Disclosure Transparency Awards 2023 yang diselenggarakan oleh media Investortrust.id yang bekerja sama dengan Bumi Global Karbon Foundation. Di ajang yang digelar di Jakarta pada Rabu (29/11/2023) itu, Jasa Marga meraih Predikat Management B.

Raihan ini berdasarkan penilaian yang dilakukan Bumi Global Karbon (BGK) Foundation melalui metodologi 33 faktor Environmental, Social & Governance (ESG).

Penilaian didasarkan pada faktor ESG pasar modal terkemuka, studi peraturan, perjanjian internasional, serta standar dan pedoman pelaporan yang telah melalui proses assurance oleh pihak ketiga independen.

Evaluasi terhadap pengungkapan (keterbukaan) ESG tersebut tentu perlu dilakukan untuk mengukur sejauh mana transparansi ESG telah dicapai oleh perusahaan. Penghargaan ini diterima oleh Engineering Planning Group Head Jasa Marga George I.M.P Manurung yang mewakili Manajemen Jasa Marga.

Inovasi Berkelanjutan

Jasa Marga tentunya tak boleh terlena dengan semua prestasi yang telah sukses diraih. Zaman dan teknologi terus maju ke depan, makanya Jasa Marga harus terus mengikuti perkembangan zaman dengan inovasi-inovasi terbaru.

Jasa Marga tentu juga harus terbuka pada setiap masukan yang diterima dan tak harus memberikan respon yang cepat, jika usulan itu memberikan dampak yang baik di masa datang. Cepatnya Jasa Marga menangani masukan yang datang, akan membuat tingkat kepuasan penguna tol terpenuhi sehingga dapat meningkatkan pengalaman berkendara di jalan tol yang lancar, aman dan nyaman. (*)