BUKITTINGGI – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Bukittinggi membantah ada pihaknya menuduh salah seorang mahasiswa yang mengikuti program PKL dari Fak Pariwisata UM sumbar melakukan pencurian pada acara Bukittinggi Marandang.
“Kami tdak ada yang menuduh, karena tidak ada alasan kita menuduhnya. Hanya saja pihaknya menanyakan kepada mahasiswa PKL itu terkait hilangnya hadiah untuk pemenang Bukittinggi Marandang di pedestrian Jam Gadang beberapa waktu lalu,” Kadis Parpora Bukittinggi Hendry, Rabu (8/6).
Sebab mahasiswa itu banyak sehingga pihaknya hanya menanyakan satu persatu jika ada diantara mereka yang terbawa hadiah tersebut. Hal itu tidak saja kepada mahasiswa itu tapi juga ditanyakan kepada pegawai lain yang ada di lokasi itu. Namun setelah ditanyakan ternyata memang tidak ada, sehingga hal itu tidak ada masalah.
Hanya saja karena informasi itu bergulir dan sampai ke kampus sehingga pihak universitas datang ke Dinas Pariwisata dan bermaksud menarik mahasiswanya.
“Kita sebenarnya sudah menjelaskan kepada pihak kampus bahwa tidak ada masalah pada anak mahasiswa tersebut. karena itu ia meminta kepada pihak kampus untuk tidak menariknya. Sebab kalau anak anak itu ditarik seolah olah ada masalah jadinya,” katanya.
Namun karena pihak kampus Rabu (8/6) siang telah menyampaikan surat resmi untuk menarik mahasiswa tersebut tentu pihaknya tidak bisa pula menghalangi. Karena itu sudah keputusan kampus secara kelembagaan.
“Mereka tadi sudah minta pamit kepada kita. Walaupun sebenarnya kita masih mengharapkan mereka tetap menyelesaikan programnya sampai lima bulan di Dinas Pariwisata,”ujarnya.
Terkait adanya informasi anak anak itu mendapatkan intimidasi atau dipaksa mengakui perbuatan nya dengan imbalan sejumlah dana menurut Hendry itu juga tidak benar. Karena tidak ada yang mengintimidasinya dan juga memaksanya mengaku.
Pantauan Singgalang di kantor Disparpora Bukittinggi, Rabu (8/6) sore, terlihat sebanyak 9 mahasiswa PKL dari Fakultas Pariwisata UM Sumbar itu sudah pamit ke Kepala Dinas dan pegawai lainya. (gindo)












