Demi Hindari Petugas Cek Poin, Pemudik Lewati Kebun Warga

  • Whatsapp
Pos cek poin perbatasan. (ist)

LIMAPULUH KOTA – Berbagai upaya dilakukan oleh pemudik untuk sampai di kapung halamannya, di tengah larangan mudik yang diterapkan oleh pemerintah. Memberikan tips kepada petugas check point sampai melewati jalan tikus, dilakukan agar bisa lewat. Ada modus baru yang digunakan perantau dari Pekanbaru, Riau, yang akan pulang kampung ke Sumbar, dengan melewati kebun milik warga di sepanjang jalan.

Babinsa Koramil 02/Pkl Serka Yurnalis, yang tengah berpatroli di wilayah binaannya di Nagari Tanjuang Balik, menangkap orang yang berupaya melintas melewati jalan alternatif dengan berjalan kaki lewat kebun warga untuk mengindari petugas jaga perbatasan Sumbar-Riau menuju Sumbar.

“Kita menindak orang yang memaksakan kehendak untuk melintas dari arah Riau menuju Sumbar. Modus ini dengan cara baru, karena untuk melintas melalui ojek sudah ketahuan oleh petugas jaga perbatasan. Kami selaku petugas jaga perbatasan Sumbar-Riau mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada beberapa orang berjalan kaki melewati perkebunan warga setempat untuk melolosan diri dari pemeriksaan petugas jaga, dalam rangka penegakkan aturan PSBB yang diintruksi kan pemerintah,” ujar Serka Yurnalis, kepada wartawan, Minggu (17/5).

Pada kesempatan yang sama Serka Yurnalis selaku babinsa Tanjuang Balik, juga mengimbau kepada mayarakat yang memaksakan diri untuk melintas segera kembali ke asal pemberangkatannya. Karena kalau dipaksakan melintasi ke arah Sumbar, tentunya bisa berakibat fatal karena tidak melalui cek kesehatan yang ada di lintas batas.

Sementara Ipda Delmi, selaku perwira jaga pada saat itu mengumpulkan warga tersebut dan menyampaikan arahan kepada orang yang memaksakan diri menerobos perbatasan itu tentang bahaya penularan Covid-19 dan juga mengembalikan orang-orang yang memaksakan diri untuk melintas ke wilayah Sumbar.

“Semoga ke depan tidak ada lagi orang-orang yang diloloskan dan meloloskan diri lewat jalan alternatif perkebunan warga ini. Karena bisa membahayakan pada warga setempat, apa lagi pada saat berkembangnya penularan Covid-19. Semoga musibah wabah ini cepat berakhir, biar kita semua bebas beraktivitas kembali seperti biasa,” ucapnya. (bule)

Pos terkait