PADANG — Tangis haru pecah di Gedung Serba Guna PT Semen Padang, Rabu (23/7/2025), saat Abdur Rasyid, remaja asal Koto Baru, Limau Manis Selatan, menerima beasiswa luar negeri dari UPZ BAZNAS Semen Padang. Ia akan melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Oktober mendatang.
Tak banyak yang menyangka, putra seorang guru mengaji, mampu menembus kampus bergengsi di Mesir. Semuanya berkat kepedulian sosial yang nyata dari Semen Padang Group melalui program beasiswa 2025 senilai total Rp2,2 miliar untuk 1.467 penerima.
“Saya sangat bersyukur. Tanpa bantuan ini, mungkin saya harus menunda mimpi besar saya,” ungkap Abdur Rasyid dengan mata berkaca-kaca. Ia diterima di Fakultas Syariah Islamiyah, Al Azhar, dan akan menjadi satu dari 17 mahasiswa Sumbar penerima beasiswa luar negeri.
Sang ayah, Aprianto, yang sehari-hari mengajar mengaji di surau kampungnya, bahkan nyaris tak mampu berkata-kata. “Kami tidak punya apa-apa, hanya doa. Tapi hari ini, Allah memberi jalan lewat Semen Padang,” ujarnya, terbata.
Kisah Rasyid hanyalah satu dari ratusan cerita perjuangan yang hadir dalam penyaluran beasiswa Semen Padang 2025. Bantuan diberikan kepada siswa SD hingga mahasiswa perguruan tinggi, termasuk yang sedang mengalami tunggakan sekolah dan kesulitan membayar UKT.
Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri, menyebut program ini sebagai kontribusi langsung perusahaan untuk masa depan anak Nagari.
“Pendidikan adalah kunci membangun bangsa. Kami ingin memastikan tak ada anak yang kehilangan masa depannya karena keterbatasan ekonomi,” kata dia.
Ketua panitia, Iskandar S. Taqwa, menegaskan bahwa seluruh program beasiswa bersumber dari sinergi antara perusahaan, UPZ BAZNAS, dan karyawan. Seluruh dana dikelola secara transparan untuk mendukung siswa berprestasi dan masyarakat MBR di sekitar wilayah operasional.
Total bantuan sebesar Rp2,24 miliar disalurkan ke 1.467 penerima, termasuk 742 siswa pendidikan dasar dan menengah, 170 mahasiswa, 17 mahasiswa luar negeri, dan 102 lembaga pendidikan.
Kisah Rasyid menjadi pengingat bahwa akses pendidikan tinggi bukan milik mereka yang punya uang, tetapi mereka yang punya semangat dan dukungan. “Kami hanya rakyat kecil, tapi dengan bantuan ini, anak saya bisa jadi ulama,” ucap Aprianto.
PT Semen Padang membuktikan bahwa industri bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal harapan dan masa depan. Di tangan mereka, zakat dan CSR menjelma jadi jembatan mimpi anak bangsa. (*)












