Sawahlunto – Dalam upaya mewujudkan Kota Sawahlunto bebas dari penyalahgunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Sawahlunto terus menggiatkan program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba).
Kepala BNN Sawahlunto, Didit Bagus Wicaksono, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/10).
Menurut Didit, program Desa Bersinar merupakan salah satu langkah strategis BNN dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat. “Peran orang tua, tokoh masyarakat, kepala desa, serta lembaga-lembaga di tingkat desa sangat penting dalam mewujudkan Desa Bersinar. Tujuannya agar benar-benar tercipta lingkungan yang bersih dan bebas dari narkoba,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan, dari total 37 desa dan kelurahan di Sawahlunto, sebanyak 11 desa telah dicanangkan sebagai Desa Bersinar, yakni Desa Sijantang Koto, Sikalang, Lunto Timur, Rantih, Sikungkang Tigo, Talawi Hilir, Kolok Nan Tuo, Santur, Salak, dan Talago Gunung.
Terkait peredaran narkoba di wilayah Sawahlunto, Didit mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus yang ditemukan adalah pengguna, bukan pengedar atau bandar. “Sampai saat ini tercatat sebanyak 30 kasus penyalahgunaan narkoba, seluruhnya melibatkan pengguna. Mereka umumnya menjalani rehabilitasi, 15 orang di antaranya melalui rawat jalan dan dua orang dirujuk ke luar Sawahlunto,” jelasnya.
BNN Sawahlunto juga memetakan tujuh titik rawan narkoba yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Lembah Segar, Barangin, Talawi, dan Silungkang. Selain itu, pihaknya secara rutin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar peserta didik memahami bahaya narkoba sejak dini.
“Peran orang tua sangat penting. Jika menemukan tanda-tanda mencurigakan pada perilaku anak di rumah, sebaiknya segera berkomunikasi dan melapor kepada pihak BNN untuk ditindaklanjuti melalui proses rehabilitasi,” pesan Didit menegaskan. (sbg)












