Padang  

ASO, “Janji Joni Dalam Dunia Nyata”

PADANG – Dosen Akademi Televisi Indonesia Agus Sudibyo menilai siaran TV digital atau disebut Analog Switch-Off (ASO) merupakan ‘janji Joni dalam dunia nyata’. Kenapa tidak katanya, sudah sekian Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) yang menjabat, hanya di era Johnny Gerard Plate menjabatlah bisa terwujud.

“Saya adalah penggemar film Indonesia. Salah satunya ‘Janji Joni’ yang diperankan Nicholas Saputra. Film itu cukup populer di eranya. Saya menilai ASO adalah janji Joni dalam dunia nyata. Sudah sekian menteri yang mewacanakan ASO, hanya di era pak Jonilah berhasil diwujudkan. Bung Joni dengan beraninya memulai ASO ini. Walaupun menteri sebelumnya sudah persiapkan, tapi di era Joni lah ketok palunya. Peralihan dari TV Analog ke Digital ini sudah terlambat sekali, saya menilai bung Joni cukup berani mengambil risikonya yang sangat kompleks,” tegas Agus Sudibyo. Menurutnya, tantangannya banyak sekali, mulai dari problem real, masyarakat belum paham tentang ASO dan bagaimana pelaksanaannya.

Memang terhitung 30 April lalu, Kominfo RI menghentikan secara bertahap siaran televisi Analog dan beralih ke TV Digital ini. Adapun manfaatnya, TV digital adalah kualitas siaran yang lebih stabil dan tahan terhadap gangguan seperti interferensi, suara dan/atau gambar rusak, berbayang.

Kemudian siaran dengan resolusi HDTV secara lebih efisien hingga kemampuan penyiaran multi channel dan multi program dengan pemakaian kanal frekuensi yang lebih efisien dan kemampuan transmisi audio, video, serta data sekaligus.

Baca Juga  Belum Divaksin, Puluhan Pengendara Disuruh Balik Kanan saat Hendak ke Air Manis

Sementara itu, Ketua  Komisi Pendidikan PWI Pusat, Nurzaman Mochtar menilai masa media berubah lebih cepat. Dan bagi Jurnalis, TV Digital merupakan peluang baginya untuk menambah ranah-ranah penyebaran konten yang diproduksinya.

“Content is the king, agregator is Kingkong, siapa menguasai dan menciptakan konten berkualitas tetapi menarik adalah sebuah tantangan bagi media saat ini,” ucapnya. (Lenggogeni)