Asa Baru di Bekas Luka, Kisah Kebangkitan SDN 08 Campago Ipuah

BUKITTINGGI – Di balik hingar bingar kota wisata Bukittinggi, tersimpan sebuah kisah perjuangan. Sebuah sekolah dasar. SDN 08 Campago Ipuah, yang pernah hangus dilalap api pada 2019, kini kembali bangkit dari puing-puing. Lebih dari sekadar membangun gedung, ini adalah cerita tentang asa yang tak pernah padam dan komitmen pemerintah untuk mengembalikan senyum anak-anak.

Selasa (23/9) Walikota Bukittinggi, Ramlan Numatias, bersama sejumlah SKPD meninjau langsung progres pembangunan kembali sekolah yang terletak di Campago Ipuah. Tentu bukan perjalanan yang mudah. Setelah kebakaran, pembangunan sempat mandek selama hampir tiga tahun. Bayangan gedung sekolah yang terbengkalai dengan fondasi beton yang menganga menjadi saksi bisu betapa panjangnya penantian para siswa dan guru.

Namun, kini situasinya berbalik 180 derajat. Proyek senilai lebih dari Rp4,4 miliar ini akhirnya dilanjutkan. Pantauan di lapangan menunjukkan, para pekerja sibuk merampungkan setiap sudut bangunan. Ramlan Numatias bahkan menyebut progresnya lebih cepat dari target.

“Kalau laporan pengawas, progresnya plus. Bisa jadi sebelum 12 Desember sudah selesai,” ungkapnya penuh optimisme.

Selama ini, para siswa terpaksa menumpang belajar di Masjid Syukra. Pemandangan yang tidak lazim namun menghangatkan, di mana semangat menuntut ilmu berpadu dengan kearifan lokal. Ramlan Numatias tak lupa menyampaikan terima kasih mendalam kepada pengurus masjid atas kedermawanannya.

“Kami berterima kasih telah mengizinkan para pelajar untuk menempati masjid sementara,” ujarnya.

Baca Juga  Sikat Habis Maladministrasi, Imigrasi Agam Siap Berbenah Pasca Evaluasi Ombudsman RI

Pembangunan gedung baru ini bukan akhir dari segalanya. Rencananya, SDN 08 Campago Ipuah akan dilengkapi dengan mobiler dan musala baru. Semuanya demi memastikan para siswa bisa kembali menempati gedung permanen dan menikmati proses belajar yang lebih nyaman.

Tahun depan, gerbang SDN 08 Campago Ipuah akan kembali terbuka. Dinding-dinding yang dulu hangus kini akan digantikan bangunan baru yang kokoh. Ini adalah bukti bahwa sebuah musibah bisa menjadi awal dari kebangkitan. Ini adalah kisah tentang harapan yang kembali menyala, memberi semangat baru bagi masa depan anak-anak Bukittinggi. (gdo)